ERAA: Penjualan Menurun Di Kuartal I-2019

Karena peluncuran produk yang tak sesuai ekspektasi, PT Erajaya Swasembada Tbk mencatatkan penurunan penjualan sebesar 1 Triliun rupiah lebih dari Kuartal I-2018.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Di awal Ramadhan 2019, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melaporkan penurunan penjualan bersih Kuartal I-2019 di kisaran Rp7.1 triliun. Hal ini dikarenakan tidak terpenuhinya ekspektasi penjualan produk akibat perubahan dalam industri gadget.

Penjualan ERAA Turun

Wakil Direktur Utama ERAA, Hasan Aula, mengkonfirmasi bahwa penurunan penjualan ERAA di Kuartal I-2019 dipengaruhi oleh perlambatan industri. "Penjualan kami menurun pada Kuartal I-2019, net profit juga menurun. Ini disebabkan oleh peluncuran beberapa produk baru kami yang tidak sesuai dengan ekspektasi," papar Hasan.

ERAA telah meluncurkan produk Smartphone baru yang sebelumnya ditargetkan akan mampu mendorong penjualan. Hanya saja, pada periode yang sama di tahun 2018, tercatat total penjualan sebesar Rp8.28 triliun, lebih besar dari penjualan saat ini yang hanya Rp 7.1 triliun.

Sementara itu, laba bersih yang diperoleh oleh salah satu distributor dan ritel perangkat telekomunikasi ini ikut menurun menjadi Rp56.54 miliar. Angka tersebut jelas lebih rendah jika dibandingkan dengan laba bersih periode tahun lalu, yang berhasil mencapai Rp216.47 miliar. Laba per lembar saham pun turun drastis dari Rp71 per lembar saham menjadi Rp15 per lembar saham.

Presiden direktur ERAA, Sim Chee Ping, menargetkan penambahan 330 toko baru untuk meningkatkan intensitas pemasaran dan menghindari penurunan laba yang lebih dalam. "Investasinya sekitar Rp5 juta - Rp7 juta per meter persegi. Rata-rata satu toko luasnya 150 meter persegi," katanya.

Di sisi lain, Hasan menambahkan bahwa dividen tahun ini adalah sebesar Rp50 per lembar saham. Hal tersebut telah disetujui pada RUPS tahunan yang diselenggarakan hari ini (09/Mei). Hasil rapat itu menunjukkan bahwa para pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp159.5 miliar yang diperoleh dari laba bersih periode 2018.

288460

Wiraswasta kelahiran Lombok Timur dan seorang Independent Stock Trader di Bursa Efek Indonesia. Awal ketertarikannya di dunia trading dimulai ketika cryptocurrency masih berjaya, tapi sejak terjadi crash di pasar kripto, ia mengubah haluannya menjadi long-term trader di pasar saham. Trading plan yang digunakan mencakup analisis teknikal dan fundamental.