OctaFx

iklan

Euro Di Level Tinggi, Nantikan Rilis Data PMI Manufaktur

Rilis GDP China menumbuhkan harapan terhadap perbaikan ekonomi global. Namun, trader Euro masih perlu konfirmasi lebih lanjut dari rilis manufaktur Zona Euro sore nanti.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Mata uang Euro bergerak stabil terhadap Dolar AS dan berada dekat level tertinggi 3 pekan pada sesi perdagangan Asia hari Kamis (18/April). EUR/USD rupanya ikut terdukung oleh rilis positif GDP China kuartal pertama yang menumbuhkan optimisme terhadap perekonomian global.

Pada pukul 08:42 WIB, pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan pada level 1.1294, tidak jauh dari level tertinggi 3 minggu yang berada di kisaran 1.1324 dan tersentuh pada hari Rabu (17/April) kemarin. Penguatan Euro juga terlihat versus mata uang safe haven seperti Franc Swiss. Akan tetapi, Euro mengalami sedikit koreksi terhadap Yen dan Sterling.

Euro Berada Dekat High 3 Pekan, Fokus

 

Pasar Butuh Konfirmasi Lebih Lanjut

Tidak dipungkiri, pertumbuhan ekonomi China kuartal I/2019 yang mencatatkan gain 6.4 persen YoY mendapat respon positif. Sebelumnya, perbaikan dalam aktivitas ekonomi China telah muncul dalam rebound produksi industri, serta ekspor dan permintaan konsumen yang menunjukkan kemajuan positif. Namun saat ini, fokus investor selanjutnya tertuju pada rilis data PMI Manufaktur Zona Euro, yang diperkirakan bakal menjadi market mover karena bisa mengkonfirmasi pemulihan ekonomi global lebih lanjut.

"Data (GDP Q1/2019) membuka jalan penguatan kepada mata uang Euro, tetapi reli sedikit tertahan karena pasar sedang menanti rilis aktivitas manufaktur Eropa yang apabila positif, maka akan mendorong Euro menguat lebih jauh," kata Junichi Ishikawa, ahli strategi senior FX dari IG Securities di Tokyo.

Di samping optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi global, Ishikawa menilai jika penguatan Euro juga dibantu oleh imbal obligasi Jerman bertenor 10-tahunan yang naik ke level tertinggi 1 bulan pada 0.1 persen. Sebelumnya, yield obligasi ini terperosok di kisaran minus (-0.094 persen) pada bulan lalu, yang merupakan level terendah 2.5 tahun.

"Perekonomian China yang sedikit pulih merupakan kabar baik bagi Jerman. Lonjakan berkelanjutan dalam imbal hasil obligasi Jerman bertenor 10-tahunan di tengah risiko perlambatan ekonomi Eropa adalah faktor kunci yang mendukung mata uang Euro," ungkap Ishikawa.

288173

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


24 Sep 2019