Advertisement

iklan

Euro Longsor Pasca Pidato Presiden ECB Di Portugal

Pernyataan Presiden ECB Mario Draghi tentang stimulus moneter tambahan mengakibatkan Euro merosot drastis terhadap mata uang mayor lain.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Mata uang Euro merosot drastis 0.3 persen hingga mencetak level terendah harian di 1.1181 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari ini (18/Juni). EUR cross pairs lain turut tumbang serentak akibat pernyataan dovish yang disampaikan oleh Presiden ECB Mario Draghi dalam pidatonya di hadapan forum ECB di Sintra, Portugal. Data inflasi yang dirilis sekitar satu jam setelah pidato tersebut juga cenderung mengecewakan, sehingga memperparah depresiasi Euro.

EURUSD DailyGrafik EUR/USD Daily via TradingView.com

 

Siap Luncurkan Stimulus Moneter Baru

Menurut Draghi, bank sentral Eropa bisa memangkas suku bunga lagi maupun memperluas program pembelian aset, apabila inflasi gagal memenuhi target. Secara blak-blakan, ia juga menyatakan bahwa mereka akan meluncurkan stimulus moneter baru dalam beberapa bulan ke depan jika kondisi ekonomi terus memburuk.

"Apabila tak ada perbaikan, misalnya pemulihan inflasi yang berkelanjutan sesuai target kami itu terancam, (maka) stimulus tambahan akan dibutuhkan," demikian diungkapkan sang presiden ECB yang akan purna tugas bulan Oktober mendatang ini.

Di saat yang sama, ia juga berupaya meyakinkan bahwa bank sentral mampu menanggulangi apabila ada sinyal resesi yang muncul. Katanya, "Jika ada yang dibuktikan dalam krisis (sebelumnya), maka itu adalah bahwa kami akan menggunakan semua fleksibilitas yang berada dalam kewenangan kami untuk memenuhi mandat kami - dan kami akan melakukannya lagi untuk menjawab tantangan apapun terhadap stabilitas harga di masa depan."

 

Inflasi Makin Jauh Dari Target

Sementara itu, Eurostat melaporkan bahwa data CPI hanya tumbuh 0.1 persen (Month-over-Month) pada bulan Mei, sedangkan Core CPI justru mencatat skor -0.1 persen (Month-over-Month) dalam periode yang sama. Masing-masing indikator inflasi konsumen bulanan itu meleset dari ekspektasi awal.

Inflasi tahunan juga lengser dari 1.7 persen ke 1.2 persen (Year-on-Year). Meski penurunan laju inflasi tahunan sesuai dengan ekspektasi, tetapi data menandakan bahwa tekanan harga semakin jauh dari target ECB yang dipatok pada level 2 persen.

288868

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


30 Apr 2019

15 Jul 2019