Euro Masih Rentan Pasca Memudarnya Krisis Politik Italia

Euro-Dollar menghijau tiga hari beruntun, tetapi rentan merosot lagi karena ekspektasi kebijakan bank sentral semakin dovish.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pasangan mata uang EUR/USD melanjutkan reli hari ketiga ke kisaran 1.1040-an pada awal sesi Eropa (5/September). Penguatan Euro berhubungan dengan pelemahan Greenback pasca rilis data PMI Manufaktur AS, serta tercapainya koalisi antara dua partai yang berbeda haluan di Italia. Akan tetapi, mata uang 19 negara ini masih rentan terguling lagi, karena bank sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan meluncurkan stimulus masif pekan depan.

EURUSD DailyGrafik EUR/USD Daily via Tradingview.com

Partai 5-Star Movement setuju berkoalisi resmi dengan rivalnya, partai Demokratik, dengan tujuan membentuk sebuah kabinet baru untuk memimpin Italia. Hal ini mengakhiri ancaman pemilu dini dan masalah anggaran Italia yang dipicu oleh pemerintahan sebelumnya, setidaknya untuk sementara waktu. Pengajuan APBN berikutnya dijadwalkan pada bulan Oktober.

Sementara itu, perhatian pasar mulai beralih ke jadwal rapat kebijakan ECB tanggal 12 September mendatang. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan ECB bakal meluncurkan stimulus masif sebagai bagian dari upaya mendongkrak inflasi dan menggairahkan perekonomian.

"Level terendah (EUR/USD) 1.10 sudah jebol di tengah antisipasi menjelang rapat ECB pekan depan. Di sini, kami memperkirakan pelonggaran berskala besar: pemangkasan suku bunga deposit 20 basis poin dan QE senilai EUR40 Miliar per bulan. Meskipun penurunan EUR/USD (hingga ke bawah 1.10) terjadi pada akhir bulan (sehingga sulit memisahkan mana pergerakan signifikan dan mana noise), kami setuju dengan pergerakan (bearish) ini," kata Mazen Issa, seorang pakar strategi dari TD Securities.

Reinhard Cluse dari UBS menyampaikan pendapat senada. Katanya, "Di tengah lemahnya data, eskalasi sengketa dagang AS-China, serta sinyal dari ECB dan para pejabat seniornya, kami memperkirakan ECB akan mengumumkan paket pelonggaran moneter komprehensif pada tanggal 12 September yang akan mencakup pula program pembelian aset baru (QE)."

289955

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


15 Jul 2019