Advertisement

Euro Melemah Ke 1.232, Analis: Pelemahan Terbatas

   By: N Sabila    view: 687   Berita Forex

Seputarforex.com - Euro melemah sedikit terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Senin (12/Mar) sore ini, menyusul penurunan pasca laporan data ketenagakerjaan AS pekan lalu. Angka Non Farm Payroll (NFP) AS yang menguat lebih dari ekspektasi memudarkan kekhawatiran pasar soal melemahnya inflasi AS. Akibatnya, minat risiko pun muncul kembali dan menaikkan mata uang berimbal hasil tinggi seperti Dolar AS.

 

euro-money

 

 

Minggu lalu, Bank Sentral Eropa (ECB) mengeluarkan kebijakan moneter yang bersentimen lebih hawkish daripada perkiraan. ECB memutuskan untuk tidak mengubah suku bunganya dan melanjutkan program pembelian aset hingga September. Presiden ECB, Mario Draghi, mengatakan bahwa pemulihan ekonomi yang solid di zona 19 negara ini mendukung dihapusnya kebijakan moneter longgar dalam waktu dekat. Euro sempat menguat setelah event tersebut meski kemudian terjun oleh laporan NFP AS.

Hari ini tak banyak rilis data penting di Zona Euro dan Eropa. Para trader memfokuskan perhatian mereka pada pidato Menteri Keuangan Zona Euro. Mereka menunggu, apakah akan ada pembahasan lebih lanjut mengenai sikap Zona Euro terhadap kebijakan proteksi perdagangan yang dilancarkan oleh presiden AS, Donald Trump, setelah menandatangani bea impor baja dan aluminium.


Euro Masih Punya Alasan Untuk Pertahankan Penguatan

"Dengan Euro yang masih menikmati surplus GDP Neraca Berjalan sebanyak 3.5 persen, dan Euro yang tak mengalami volatilitas berarti, kami menduga akan sulit bagi para pejabat di bidang keuangan (Zona Euro) untuk menghentikan penguatan Euro," kata Viraj Patel, Ahli Forex dari ING.

Euro naik ke angka 1.2328 per Dolar AS atau sekitar 0.2 persen. Mata uang single currency tersebut mengawali tahun ini dengan penguatan, dan masih bergerak tak jauh dari level puncak 1.2556 yang tercapai pada bulan Februari.

Akan tetapi, saat berita ini ditulis, EUR/USD tampak sedikit menurun dengan diperdagangkan pada harga 1.2322. Meski demikian, Patel mengatakan bahwa minggu ini EUR/USD masih akan berada dalam support sekitar 1.2250-1.2300.

282779

NZD/USD Melonjak Akibat Melemahnya Dolar AS NZD/USD Melonjak Akibat Melemahnya Dolar AS
By N Sabila, 22 Jun 2018, In Berita Forex, View 102
Melemahnya Dolar AS akibat laporan Indeks Manufaktur The Fed Philadelphia kemarin malam menjadi penunjang bagi pasangan mata uang NZD/USD.
Tokoh Anti Uni Eropa Kepalai Komite Finansial Italia, Euro Melemah Tokoh Anti Uni Eropa Kepalai Komite Finansial Italia, Euro Melemah
By N Sabila, 21 Jun 2018, In Berita Forex, View 292
Euro bereaksi negatif setelah Alberto Bagnai, seorang ekonom dari partai Lega Nord yang anti Uni Eropa, ditunjuk sebagai Kepala Komite Keuangan Senat Italia.
Dolar Pertahankan Posisi Tertinggi Tujuh Bulan Di Tengah Konflik Dagang Dolar Pertahankan Posisi Tertinggi Tujuh Bulan Di Tengah Konflik Dagang
By A Muttaqiena, 18 Jun 2018, In Berita Forex, View 696
Reli Greenback tertahan oleh tingginya resiko perang dagang. Namun, penguatan Dolar AS tak terelakkan karena bias kebijakan moneter AS masih hawkish.
China Balas Bea Impor AS, Perang Dagang Bisa Dimulai Tiga Minggu Lagi China Balas Bea Impor AS, Perang Dagang Bisa Dimulai Tiga Minggu Lagi
By A Muttaqiena, 18 Jun 2018, In Berita Forex, View 851
Trump lagi-lagi memicu aksi balas-membalas bea impor yang berisiko tinggi mengakibatkan perang dagang dengan China dan berdampak besar di pasar finansial.
Statement ECB Mengecewakan Investor, Euro Ambruk Statement ECB Mengecewakan Investor, Euro Ambruk
By Pandawa, 14 Jun 2018, In Berita Forex, View 1233
Euro merosot tajam setelah Bank Sentral Eropa (ECB) melontarkan pernyataan yang cenderung dovish terkait kebijakan suku bunga.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 1230
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
Topik Berita Forex

SHARE:

SHARE:

 

Topik Berita Forex