Advertisement

iklan

Euro Tertekan Pasca Rapat ECB, Pemulihan Manufaktur Masih Tanggung

Euro merosot beruntun lantaran peluncuran review kebijakan ECB dan pemulihan tanggung di sektor manufaktur Zona Euro.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Euro merosot beruntun selama dua hari terakhir hingga jatuh ke rekor terendah sejak Desember pada sesi Eropa (24/Januari). Pelemahan pesat disinyalir terjadi akibat pasar menganggap pernyataan ECB kemarin sebagai sesuatu yang lebih dovish daripada ekspektasi, walaupun bank sentral tidak melakukan perubahan kebijakan apapun. Kenaikan data PMI Manufaktur yang dirilis hari ini pun gagal menggairahkan sentimen pelaku pasar kembali, karena angka indeks masih dalam area kontraksi.

EURUSD DailyGrafik EUR/USD Daily via Tradingview.com

Pasca rapat hari Kamis, bank sentral Eropa (ECB) mengumumkan peluncuran review kebijakan strategis terhadap arah kebijakan dan cara kerja umum Dewan Gubernur. Sementara itu, ECB membiarkan suku bunga tetap -0.5 persen serta mengonfirmasi berlanjutnya program Quantitative Easing (QE). Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan bahwa arah kebijakan moneter longgar akan terus relevan untuk saat ini, karena laju inflasi dan outlook pertumbuhan Zona Euro masih relatif lemah.

Pernyataan Lagarde pasca rapat kemarin sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pernyataan yang disampaikan setelah rapat-rapat sebelumnya. Akan tetapi, pelaku pasar boleh jadi menilai peluncuran review kebijakan sebagai salah satu sumber ketidakpastian baru.

"Reaksi pasar terhadap ECB mengejutkan bagi kami. Kami tidak menganggapnya sebagai rapat yang dovish. Memang, pergerakannya samar, kecepatannya lambat. Tapi neraca risiko bergerak dan review strategis yang sedang berlangsung ini tak berarti kebijakan dibekukan. Beberapa data berikutnya akan krusial," kata Ruben Segura-Cayuela, seorang ekonom dari BofA Global Research, "(Meski demikian) kami kira perdebatan seputar penilaian risiko ECB bergeser ke netral akan semakin meluas."

Publikasi data Purchasing Managers' Index (PMI) preliminer hari ini jelas belum memberikan harapan yang lebih baik bagi Euro. PMI untuk sektor manufaktur menanjak dari 46.3 menjadi 47.8 pada bulan Januari 2020. Angka tersebut lebih baik dibanding ekspektasi pasar yang hanya 46.8, tetapi masih jauh di bawah ambang 50 yang memisahkan kondisi kontraksi dan ekspansi. Di sisi lain, PMI untuk sektor jasa malah terkoreksi dari 52.8 menjadi 52.2. Konsekuensinya, PMI Komposit stagnan pada level 50.9, gagal meningkat ke 51.2 sebagaimana diharapkan oleh para ekonom.

291773

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.