Advertisement

iklan

EUR/USD Melangkah Naik Jelang Rilis Data AS

Euro bangkit dari keterpurukannya dalam 11 bulan terakhir terhadap Dolar Amerika pada hari Selasa (26/8) ini. Pencapaian ini dikarenakan situasi pasar yang tengah menantikan rilis data pesanan barang tahan lama (durable goods), inflasi harga perumahan dan tingkat kepercayaan konsumen dari AS yang diperkirakan akan turun malam ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Euro bangkit dari keterpurukannya dalam 11 bulan terakhir terhadap Dolar Amerika pada hari Selasa (26/8) ini. Pencapaian ini dikarenakan situasi pasar yang tengah menantikan rilis data pesanan barang tahan lama (durable goods), inflasi harga perumahan dan tingkat kepercayaan konsumen dari AS yang diperkirakan akan turun malam ini.

eur/usd
EUR/USD mencapai level 1.3208 di akhir sesi Asia sebelum terkonsolidasi pada 1.3209. Angka tersebut merupakan hasil tertinggi pair EUR/USD selama sesi Asia hari ini. Diperkirakan support pair tersebut berada pada 1.3179, atau titik terendah kemarin, dan mengalami resisten di 1.3297, yang merupakan level tertinggi pada 22 Agustus lalu.

Sebelumnya, nilai Euro anjlok karena pernyataan Presiden ECB Mario Draghi di Jackson Hole Jumat lalu. Ia menyebutkan bahwa ECB akan mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk menstimulasi perekonomian Zona Euro yang sedang terpuruk. Hasil indeks kepercayaan bisnis ifo Jerman yang jatuh lebih rendah dari perkiraan juga semakin memperburuk posisi Euro terhadap USD.

Tetap Lemah Meski Data Penjualan AS Turun

Sementara itu, permintaan terhadap Dolar AS tetap stabil terkait pernyataan Yellen tentang pemulihan perekonomian dan pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Euro juga gagal menguat pada sesi sebelumnya meski data kontrak penjualan rumah baru di AS turun 2.4% bulan lalu, atau tidak memenuhi prediksi kenaikan 5.7% dari hasil sebelumnya. Angka penjualan ini  direvisi hingga mencapai 422.000 unit dari laporan sebelumnya pada Juni lalu. Namun, data berikutnya malah turun di angka 412.000 atau gagal mencapai angka ekspektasi 430.000 unit.

Situasi ini rupanya tidak terlalu mempengaruhi pasar, mengingat data penjualan properti sendiri justru naik 2.4% atau menjadi 5.15 juta unit dari hasil sebelumnya yang hanya mencapai 5.03 juta. Padahal, analis memperkirakan angka tersebut turun 0.4%, atau menjadi 5.02 di bulan Juli.

Pertemuan Rusia-Ukraina

Di sisi lain, para investor juga tengah waspada dengan rencana pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Ukraina saat ini, Petro Poroshenko. Rencana ini disinyalir dapat memunculkan kembali ketegangan geopolitik yang belakangan ini mulai mereda. Hal tersebut didukung dengan pernyataan Ukraina tentang kedatangan 10 pasukan tank berlapis baja dari Rusia. Pemerintah Moskow sebelumnya juga mengungkapkan rencana mereka untuk mengirim konvoi tentara kedua yang diistilahkan sebagai "pasukan bantuan kemanusiaan".

195891

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


15 Jul 2019

30 Apr 2019