Advertisement

iklan

Fed Kashkari: Bitcoin Adalah Mainan Untuk Kolektor

Meski mengakui teknologinya, Presiden Fed Minneapolis enggan menganggap Bitcoin sebagai mata uang ataupun aset investasi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Neel Kashkari, Presiden Federal Reserve Bank (The Fed) of Minneapolis mengungkapkan pendapatnya tentang Bitcoin pada 8 Februari 2018. Menurutnya, Bitcoin tidak cocok bagi investor yang serius. Kashkari juga menambahkan bahwa ia tidak terlalu menganggap Bitcoin sebagai mata uang, tapi lebih sebagai sesuatu gagasan inovasi yang segar.

 

Fed Kashkari mengomentari Bitcoin


Sosok yang juga pernah menjabat selama masa pemerintahan George Bush itu pernah mengungkapkan keyakinannya pada teknologi Blockchain yang mendasari Bitcoin, tapi tidak setuju dengan konsep penggunaannya sebagai mata uang. Pernyataan tersebut dilontarkan pada Konferensi High Tech Association di bulan April 2017 lalu. Pada konferensi yang sama, Ia mengungkapkan keprihatinan tentang kemudahan membuat Altcoins (koin alternatif selain Bitcoin) baru.

"Jika saya tinggal di ekonomi modern, saya akan memilih Dolar", demikian ungkapnya. Kashkari juga menyatakan bahwa Bitcoin hanyalah untuk investor yang tidak serius, dengan spekulasi tidak terarah dan lebih mengandalkan keberuntungan. Bitcoin juga sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan emas yang sudah bertahan sebagai instrumen investasi selama berabad-abad.

Meskipun persediaan kripto terbatas (supply) seperti emas, Kashkari menentang keras persamaan antara kedua instrumen tersebut, karena Bitcoin dapat dicetak lebih banyak dengan mudah. Kenyataannya, tidak ada hambatan maupun peraturan bagi siapapun yang ingin menciptakan mata uang kripto, ataupun tokennya sendiri. Di sinilah letak kekurangan kripto, karena sudah banyak instrumen serupa yang tumbang hanya dalam waktu singkat.

Neel Kashkari tidak melihat Bitcoin sebagai aset, investasi, maupun sebuah komoditas. Ia membeberkan bahwa dengan masuknya begitu banyak pengguna di Blockchain, jaringan menjadi lambat dan pembengkakan biaya transaksi pun terjadi. Dari dua fakta tersebut saja sudah dapat diambil kesimpulan bahwa Bitcoin tidak mampu tampil sebagai mata uang.

Harga Bitcoin, yang mencapai rekor di atas $19,000 dan mengukir kenaikan 2,000% secara dramatis di tahun 2017, telah terkoreksi jauh ke level $6,000. Mata uang kripto tersebut  kemudian bangkit kembali di kisaran harga $8,000. Spekulasi yang dilakukan atas Bitcoin tentu saja bisa dianggap gila, karena penurunan harga sebesar 70% dapat terjadi hanya dalam waktu kurang dari 2 bulan.

 

Dihadang Pengawasan Otoritas

Saat ini, seluruh jajaran otoritas keuangan dunia sedang berusaha untuk mengatur dan membatasi keterlibatan masyarakat di dunia kripto. Salah satu contohnya adalah AS yang bersikap melalui Jerome Powell, Ketua The Fed ke-16 yang ditunjuk oleh Presiden Trump.

Ia tidak melarang Bitcoin, tapi menentang seluruh gagasan bank sentral yang mengeluarkan mata uang digital. Powell juga menyatakan bahwa kripto terkait dengan pencucian uang dan kejahatan sejenis.

Pandangan tersebut rupanya didukung Steven Mnuchin, Menteri Keuangan AS yang mengutarakan hal senada. "Fokus kami pada kripto adalah memastikan bahwa instrumen tersebut tidak digunakan untuk aktivitas terlarang. Kami mendorong pengembangan fintech dan inovasi, tapi kami juga ingin memastikan semua pasar keuangan aman," katanya.

282319

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.