Fed Rosengren Tetap Optimis Di Tengah Risiko Perang Dagang

Presiden Fed Boston mengharapkan Fed Rate lebih banyak dari ekspektasi di tahun 2018, karena menurutnya ekonomi AS lebih kokoh dari apa yang diperkirakan FOMC.

iklan

Advertisement

iklan

Advertisement

Eric Rosengren, Presiden Fed Boston mengungkapkan bahwa Bank Sentral AS masih akan mempertahankan prospek kenaikan suku bunga paling sedikit tiga kali di tahun 2018, guna mengimbangi ekonomi yang kokoh. Pertimbangan ini diambil di tengah risiko perang dagang.

 

Fed Rosengren Optimis Terhadap Ekonomi


 

Rosengren, salah satu pembuat kebijakan Fed yang berubah menjadi lebih hawkish dalam dua tahun terakhir, dengan optimis mengatakan kondisi ekonomi AS lebih kokoh daripada kondisi "cukup positif yang diperkirakan oleh FOMC.

"Saya mengharapkan lebih banyak jadwal pengetatan daripada ekspektasi sebelumnya (dua kenaikan suku bunga lagi) untuk tahun ini, seperti forecast kebijakan Fed bulan lalu saat melakukan Rate hike pertama di tahun 2018," kata Rosengren pada hari Jumat (13 April) pagi waktu setempat.

Untuk mendukung pernyataannya, Fed Rosengren menggambarkan optimisme tentang pertumbuhan lapangan kerja AS yang semakin solid, sedikit peningkatan pada nilai inflasi, dan pertumbuhan ekonomi di atas rata rata. Rosengren juga menyebut dampak perang dagang sebagai risiko jangka pendek, dan lebih menekankan bahwa stimulus fiskal justru dapat menimbulkan masalah jangka panjang.

Meski tidak terlalu mengkhawatirkan efek perang dagang, Rosengren menyatakan masalah kenaikan tarif impor logam berpotensi menimbulkan efek "spillover" yang mungkin sulit diukur. "Saya tidak meramalkan gangguan perdagangan yang signifikan atau masalah "Boom-Burst" yang besar. Namun dampak negatif yang mungkin muncul akibat kenaikan tarif impor logam, harus kita pantau secara hati hati," tambah Rosengren.

 

Dolar Sentuh High 7 Pekan Versus Yen

Greenback mendaki ke level tertinggi 7 pekan terhadap Yen pada hari Jumat, seiring dengan fokus pelaku pasar yang bergeser pada laporan pendapatan perusahaan AS (US Corporate Earnings). Pasar juga cenderung "mengacuhkan" kekhawatiran tentang kemungkinan intervensi militer negara-negara Barat di Suriah.

Pelemahan Yen sebagai mata uang safe haven mengindikasikan minat risiko yang kembali pulih, setelah hampir sepekan terjadi ketegangan terkait hubungan perdagangan AS-China dan potensi meletusnya kembali perang di Suriah.

Pada pukul 21:34 WIB, Dolar diperdagangkan pada level 107.54 terhadap Yen, atau menguat sebesar 0.23 persen sejak pembukaan sesi perdagangan hari Jumat. Sedangkan terhadap major currency lain seperti Sterling, Greenback terpantau melemah dalam pergerakan harian; GBP/USD berada di level 1.4244.

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.