OctaFx

iklan

GDP Jepang Kuartal Kedua Naik, Yen Berusaha Menguat

Pertumbuhan belanja modal menjadi pendukung utama dalam kenaikan GDP Jepang di kuartal kedua. Hasil positif ini pun menjadi penopang Yen untuk berjuang di bawah tekanan Dolar AS.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Perekonomian Jepang tumbuh lebih cepat dari ekspektasi selama periode April-Juni. Laju pertumbuhan yang tercermin dalam data GDP kali ini juga menjadi yang tercepat sejak 2016. Kenaikan signifikan tersebut didorong oleh belanja modal yang meningkat lebih baik dari ekspektasi, meski situasi global saat ini tengah dirundung ketegangan perang dagang. Dari sisi domestik pun, Jepang sebenarnya sedang mengalami tekanan dari serangkaian bencana alam.

Data GDP kuartal kedua menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh sebesar 3.0 persen YoY, lebih baik dibandingkan ekspektasi ekonom sebelumnya yang memprediksi ekonomi Negeri Sakura tersebut akan tumbuh 2.6 persen selama kuartal kedua. Rilis tersebut lebih jauh melampaui hasil periode sebelumnya yang sebesar 1.9 persen YoY.

Sementara dalam basis kuartalan (QoQ), GDP Jepang juga meningkat jauh lebih tinggi dari angka di periode sebelumnya. Dari angka preliminer di 0.5%, GDP QoQ Jepang tumbuh 0.7%, meninggalkan pencapaian kuartal sebelumnya yang berada di level rendah -0.2%.

GDP Jepang Kuartal Kedua 2018

 

Belanja Modal Menjadi Penyelamat Ekonomi Jepang

Pertumbuhan GDP yang menjanjikan di kuartal kedua, kemungkinan besar mendapat kontribusi paling banyak dari kenaikan belanja modal. Sebuah data yang dirilis oleh Departemen Keuangan pekan lalu, memang menunjukkan bahwa belanja modal perusahaan naik dalam laju tercepat dalam 11 tahun terakhir, didorong oleh peningkatan pengadaan peralatan industri otomotif dan semi konduktor.

Pertumbuhan belanja modal selama kuartal kedua 2018 itu seolah menjadi titik terang bagi perekonomian Jepang. Namun perusahaan tetap berhati hati dalam menaikkan gaji pekerja, yang membuat potensi peningkatan belanja konsumen dan inflasi sedikit terhambat.

Selain belanja modal, konsumsi swasta yang berkontribusi sebesar 60 persen dari total GDP dilaporkan naik 0.7 persen selama kuartal kedua. Permintaan domestik Jepang direvisi dan Net Ekspor (Ekspor dikurang Impor) menurun -0.1 persen.

Kinerja Perekonomian yang membaik seharusnya melegakan bagi pembuat kebijakan BoJ yang khawatir tentang dampak perang dagang antara AS-China. Namun prospek ekonomi Jepang di kuartal ketiga masih meragukan, karena investor masih mengkhawatirkan rilis data fundamental baru-baru ini, seperti ekspor dan Output pabrik yang cukup mengecewakan.

 

Yen Bertahan Di Tengah Penguatan Dolar AS

Pada saat berita ini ditulis, Yen berusaha menguat terhadap major currencies lain. Mata uang tersebut berusaha memanfaatkan dukungan positif dari positifnya rilis GDP kuartal kedua. Pair USD/JPY terpantau sedikit melemah dan diperdagangkan pada level 110.94. Selain itu, Yen juga menguat terhadap Dolar Australia, Euro dan Sterling.

285222

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


15 Jul 2019

18 Jul 2019