Advertisement

iklan

GGRM: Laba Usaha Tumbuh, Tebar Dividen Hingga 5 Triliun

PT Gudang Garam Tbk melalui Rapat Umum Pemegang Saham telah memutuskan untuk membagikan dividen tunai untuk tahun buku tahun 2015 yaitu hingga Rp 5 triliun atau senilai dengan Rp 2,600 per saham.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

PT Gudang Garam Tbk melalui Rapat Umum Pemegang Saham telah memutuskan untuk membagikan dividen tunai untuk tahun buku tahun 2015 yaitu hingga Rp 5 triliun atau senilai dengan Rp 2,600 per saham. Jumlah dividen tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan dari pembagian dividen tahun buku 2014 yang hanya sebesar Rp 800 per saham.

 dividen gudang garam

 

Heru Budiman selaku Direktur PT Gudang Garam Tbk menyatakan, sejak tahun 2014 lalu, laba perseroan terus menunjukkan kenaikan apabila dibandingkan dengan tahun 2013 sehingga membuat besaran dividen yang dibagikan oleh emiten berkode GGRM terus membaik. Pada tahun 2014 lalu, perseroan sempat menahan pembagian dividen dikarenakan adanya kenaikan dalam tingkat suku bunga pinjaman serta belanja modal cukup banyak.

 

Kinerja Perusahaan Tahun 2016

Hingga kuartal I tahun 2016 ini, PT Gudang Garam Tbk sudah berhasil memperoleh peningkatan laba yang cukup signifikan. Emiten GGRM itu membukukan perolehan laba Rp 1.7 triliun, mengalami peningkatan sebesar 32.81 persen dari sebelumnya hanya Rp 1.28 triliun. Tak hanya itu, pendapatan perseroan juga terpantau naik 12.57 persen dari Rp 15.98 triliun menjadi Rp17.99 triliun.

Disamping hal tersebut, adapun laba usaha emiten berkode GGRM ini juga menanjak sebesar 24.05 persen ke Rp 2.63 triliun dari sebelumnya Rp 2.12 triliun. Bahkan laba per saham perusahaan juga naik ke Rp 880 dari sebelumnya hanya Rp 666. Kondisi tersebut dipicu oleh adanya penurunan beban bunga yaitu dari Rp 403.35 miliar menjadi Rp 354.76 miliar, menurun sebesar 13.69 persen.

Meskipun begitu, biaya pokok penjualan emiten GGRM naik tipis ke Rp 13.72 triliun dari Rp 12.65 triliun. Kondisi ini memicu laba bruto perusahaan rokok GGRM mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp 4.26 triliun daripada periode tahun lalu sebesar Rp 3.33 triliun.

267127

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.