Advertisement

iklan

GIAA: Jaring Transaksi Rp218 Miliar Dari Garuda Indonesia Travel Fair

Melalui Garuda Indonesia Travel Fair, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (kode saham GIAA) berencana meningkatkan pundi-pundinya sekaligus mendukung sektor pariwisata.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali melaksanakan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2018 Phase II yang dibuka mulai jari ini (5/10), hingga Minggu (7/10). Dari pelaksanaan GATF ini, Garuda Indonesia menargetkan nilai transaksi mencapai Rp218 miliar.

Garuda Indonesia Travel Fair menargetkan jumlah pengunjung mencapai 80,000 orang selama tiga hari pelaksanaan. Selain di Jakarta, emiten dengan sandi GIAA tersebut juga melaksakan GATF di 30 kota lain di Indonesia secara bertahap sejak akhir September 2018.

Garuda Indonesia Travel Fair

 

Dorong Sektor Pariwisata

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan pelaksanaan GATF akan mendukung program pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Selain itu, event ini juga diharapkan dapat membantu Garuda Indonesia mengoptimalkan pasar di dalam negeri.

"GATF tidak hanya mendatangkan penyedia jasa pariwisata tetapi industri pendukung pariwisata itu sendiri, seperti asuransi. Produknya lengkap mulai dari first class sampai kelas ekonomi. GATF bukan hanya untuk mendukung program mendatangkan 20 juta turis, tetapi juga menggerakkan potensi wisata dengan membuka daerah-daerah baru," jelas Pikri saat membuka GATF di Jakarta, Jumat (5/10).

Direktur Retail Bank Mandiri Donsuwan Simatupang mengatakan bank tersebut berpartisipasi dengan menciptakan serangkaian program promo untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat dan pemegang kartu bank Mandiri yang mencapai 19 juta unit.

 

Dongkrak Pendapatan GIAA

Selain menargetkan transasi Rp218 miliar pada pelaksanaan GATF di Jakarta, GIAA juga menetapkan target penjualan sebesar Rp448 miliar selama tiga hari pelaksanaan GATF di seluruh kota. Sebagai catatan, pada pelaksanaan GATF Phase I pada April 2018 lalu, Garuda Indonesia berhasil membukukan penjualan total Rp532 miliar.

Adapun, Garuda Indonesia membukukan rugi bersih sebesar US$116.86 juta selama semester I/2018, mengecil 58.55% dibandingkan kerugian bersih yang diderita perseroan pada semester I/2017 yang mencapai US$281.92 juta.

Selama semester I/2018, perseroan membukukan pendapatan operasional sebesar US$1.99 miliar atau meningkat 5.9% dibandingkan semester I/2017, sedangkan biaya operasional tercatat hanya meningkat 0.3% menjadi US$2.1 miliar.

285595

Penulis lepas bidang saham yang juga merupakan investor pasar modal. Selain itu, Alia merupakan pemerhati aksi korporasi emiten. Penulis sudah berkecimpung lebih dari 3 tahun dalam tulis-menulis sektor ekonomi dan update terhadap isu-isu nasional.