Advertisement

Government Shutdown AS Terjadi Lagi, Voting Malam Ini

   By: A Muttaqiena    view: 1593   Berita Forex

Seputarforex.com - Kemarin dikabarkan bahwa Senat AS telah menyepakati sebuah proposal anggaran bipartisan yang bisa mendanai pemerintah AS dan menghindarkannya dari Government Shutdown hingga bulan depan. Namun, pada Jumat pagi ini (9/Februari), dilaporkan bahwa anggaran tersebut belum dapat disahkan. Seorang anggota partai Republik yang menentang kenaikan besaran anggaran, memaksa voting tertunda sampai lebih dari tujuh jam tadi malam, sehingga proposal tersebut belum berhasil diteken.


Senator Rand Paul

 

Rand Paul dari partai Republik mengatakan, proposal anggaran tersebut, jika disetujui maka akan "merampok kas negara". Senator asal Kentucky itu pun bergerak menahan voting dengan serangkaian pidato berapi-api. "Saya maju (menjadi senator) karena saya sangat keberatan dengan defisit triliunan dolar di era Presiden Obama. Sekarang kita lihat Republik dan Demokrat bersama-sama menawarkan kita defisit triliunan dolar. Saya tidak bisa...mengabaikannya hanya karena partai saya sekarang ikut menyetujui defisit."

Proposal anggaran juga ditentang oleh pimpinan perwakilan partai Demokrat di House of Representative, Nancy Pelosi, karena tak memberikan perlindungan bagi 700,000 imigran anak-anak dalam program DACA yang terancam dideportasi. Ini menjadi potensi ganjalan baru bagi proposal tersebut di House, setelah disahkan Senat.

Sependek 3-6 Jam Saja

Sebagai akibat dari lantangnya suara kontra Rand Paul, anggaran sementara gagal disahkan oleh Senat kemarin, dan pemerintah AS akan terpaksa menjalani Shutdown lagi dalam beberapa jam ke depan. Masa shutdown kedua di era Presiden Donald Trump ini bisa berlangsung sependek 3-6 jam, jika legislasi berhasil diteken nanti malam; tetapi juga bisa berkepanjangan hingga awal minggu depan, jika Paul dan Pelosi berhasil menggalang dukungan dari perwakilan rakyat lainnya.

Kantor Manajemen dan Anggaran di White House telah menyampaikan pada Reuters bahwa mereka tengah mempersiapkan kemungkinan Shutdown kedua, sembari tetap mendesak agar anggaran bipartisan dapat disahkan sesegera mungkin. Namun, ada kemungkinan tarik-ulur bakal berkepanjangan.

Anggaran yang dibekingi Presiden Donald Trump tersebut akan meningkatkan anggaran militer dan domestik sebesar nyaris $300 milyar dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Padahal, ia juga baru saja mengesahkan perundangan mengenai pemangkasan pajak pada akhir 2017 dan dijadwalkan mulai diterapkan tahun ini. Tanpa adanya sumber pendapatan pengganti, maka peningkatan belanja negara tersebut hanya bisa ditutupi dengan dana utang. Akibatnya, utang negara AS diperkirakan bakal meningkat $1.5 triliun.

Voting Hanya Tertunda

Senator Thom Tillis dari partai Republik mengatakan, Paul hanya bisa menunda voting, tetapi pengambilan suara tetap akan dilaksanakan. "Hasilnya bakal sesuatu yang ditentang oleh teman saya dari Kentucky, tetapi tetap akan terjadi. Karena mayoritas (anggota partai) Republik meyakini bahwa mendanai pemerintah adalah sesuatu yang cukup penting untuk dilakukan.

Anggaran ini, jika benar disetujui, maka dapat menghindarkan Amerika Serikat dari shutdown berkepanjangan sekaligus memundurkan plafon kredit hingga Maret 2019.

Pasar Modal Kembali Memerah

Sementara perpolitikan Washington kembali memanas, pasar finansial kembali memerah. Dow Jones Index anjlok lebih dari 1000 poin lagi pada sesi Amerika, disusul oleh indeks-indeks saham ternama lainnya.

 

Indeks Saham Dunia 9 Februari 2018

Ini bukan kekacauan pertama yang melanda pasar modal. Namun, ada perbedaan mencolok. Jika pada kejatuhan pasar modal sebelumnya, dana-dana dilarikan ke Dolar AS, selain ke aset safe haven lainnya; pada kejatuhan pasar modal kali ini, Dolar AS cenderung flat. Saat berita ditulis pada awal sesi Asia, Indeks Dolar AS (DXY) justru cenderung tertekan dengan minus tipis 0.02% ke 90.25, walaupun masih cukup unggul versus Euro, Pounds, dan Yen.

282293

Pesanan Barang Tahan Lama AS Bulan April Jeblok Pesanan Barang Tahan Lama AS Bulan April Jeblok
By Pandawa, 25 May 2018, In Berita Forex, View 239
Setelah melonjak signifikan pada bulan Maret lalu, data pesanan barang tahan lama AS anjlok pada bulan April, disebabkan oleh penurunan tajam terhadap pesanan alat transportasi.
Dolar AS Menguat Kembali Jelang Pidato Powell The Fed Dolar AS Menguat Kembali Jelang Pidato Powell The Fed
By N Sabila, 25 May 2018, In Berita Forex, View 539
Dolar AS menguat kembali terhadap mata uang-mata uang mayor, dengan Indeks Dolar yang menguji level 94. Pasar menantikan pidato Jerome Powell tentang petunjuk kenaikan suku bunga.
Jobless Claims AS Naik Lewati Ekspektasi, EUR/USD Menguat Jobless Claims AS Naik Lewati Ekspektasi, EUR/USD Menguat
By Pandawa, 24 May 2018, In Berita Forex, View 481
Rilis klaim pengangguran AS tumbuh 234k, lebih tinggi dari perkiraan 220k. EUR/USD pun menguat setelah data tersebut rilis.
Dolar AS Turun Meski Notulen FOMC Mei 2018 Sinyalkan Fed Hike Juni Dolar AS Turun Meski Notulen FOMC Mei 2018 Sinyalkan Fed Hike Juni
By N Sabila, 24 May 2018, In Berita Forex, View 769
Dolar AS turun karena asumsi dovish terhadap notulen FOMC Mei 2018 dan rencana Donald Trump untuk terapkan bea impor mobil.
Dolar AS Beragam Jelang Rilis Notulen FOMC 2018 Dolar AS Beragam Jelang Rilis Notulen FOMC 2018
By N Sabila, 23 May 2018, In Berita Forex, View 690
Dolar AS bergerak beragam di sesi Asia Rabu (23/Apr) pagi ini menjelang rilis notulen FOMC dini hari nanti serta perkembangan terbaru mengenai pertemuan AS-Korea Utara.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 1169
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
Topik Berita Forex

SHARE:

SHARE:

 

Topik Berita Forex