Grup Bank Terbesar Inggris Batasi Pembelian Kripto, Bitcoin Anjlok

Jaringan Bank terbesar di Inggris, Lloyds Banking Group telah mengeluarkan larangan kepada para nasabah melakukan pembelian aset kripto termasuk Bitcoin melalui kartu kredit.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Jaringan Bank terbesar di Inggris, Lloyds Banking Group telah mengeluarkan larangan kepada para nasabah melakukan pembelian aset kripto termasuk Bitcoin melalui kartu kredit, berlaku juga pada Bank Bank yang berada dibawah Grup seperti Bank of Scotland, Halifax, MBNA, Black Horse, LDC, AMC, Colleys, Scottish Widows, Lex Autolease, and Birmingham Midshires.

Grup Bank Terbesar Inggris Larang

Lloyds Banking Group yang merupakan jaringan perbankan terbesar Negeri Ratu Elizabeth itu memiliki sekitar 30 juta nasabah, dengan pemegang kartu kredit sebanyak 9 juta nasabah. Keputusan tersebut di buat menyusul anjloknya harga kriptocurrency dalam kurun waktu dua bulan terakhir yang berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi nasabah Bank di Inggris bila melakukan pembelian kripto.

Dilansir dari situs Telegraph, Kartu Debit tidak terpengaruh dampak atas larangan tersebut dan pelanggan masih bisa membeli aset kripto menggunakan dana dari kartu debit mereka. Dengan mengutip bahwa Lloyds Banking Group memiliki seperempat pasar kartu kredit, Telegraph mewartakan:

“Mulai hari Senin (5/2), seluruh pengguna kartu kredit yang mencakup Halifax, Bank of Scotland and MBNA akan di blokir dalam transaksi pembelian aset kripto”

Keputusan larangan pembayaran aset kripto menggunakan kartu kredit itu dipertegas oleh pernyataan dari juru bicara Lloyds dalam sebuah email kepada Reuters bahwa Lloyds Banking Group tidak akan menerima transaksi kartu kredit yang terkait dengan pembelian aset kripto.

 

Upaya Antisipasi Kripto ‘Bubble Brust’

Keputusan yang dibuat  Lloyds Banking Group tersebut sebagai salah satu upaya perlindungan terhadap nasabah dari kemungkinan terburuk yaitu terjadinya Bubble Burst harga aset kripto seperti yang diucapkan juru bicara Lloyds sekaligus seorang dosen Manchester Metropolitan University, Gavin Brown. Dia mengatakan, “Bagi beberapa orang, satu satunya cara untuk membiayai mereka dalam praktik spekulasi (jual beli kripto) berasal dari kartu kredit, dilakukan dengan harapan mendapatkan keuntungan.

Upaya blokir pembelian aset kripto bagi pengguna kartu kredit di Inggris tersebut dilakukan menyusul kian anjloknya harga Bitcoin dan Alt-Coin dalam sepekan terakhir. Di saat harga aset kripto yang turun begitu dalam, maka akan ada banyak pengguna melakukan aksi buyback di saat harga rendah. Namun resiko harga akan jatuh semakin dalam tetap terbuka, mengingat sebelumnya banyak ekonom berpendapat Bitcoin mungkin akan mengalami Bubble Burst.

Bank khawatir bila tidak melakukan upaya blokir pembelian kripto via kartu kredit, berpotensi terjadinya kerugian besar pada pengguna yang gagal membayar cicilan kartu kredit mereka bila Bubble Burst benar benar terjadi.

 

Bitcoin Semakin Merosot, Dibawah 6500 USD

Penurunan besar besaran harga aset kripto yang sudah terjadi selama dua bulan terakhir sepertinya belum reda. “Badai” semakin parah yang ditandai dengan anjloknya harga BTC sebesar 25.65 persen dalam kurun 24 jam terakhir. Saat berita ini diturunkan, Kurs Bitcoin berada di level $6,163 per unit, mencatatkan penurunan -44.3 persen dalam sepekan terakhir.

Penurunan dalam juga terjadi apda Alt-Coin utama seperti Ethereum yang melemah -30.1 persen, Ripple sebesar -25.92 persen dan Bitcoin Cash sebesar -30.47 persen. NEO memimpin dengan penurunan 24 jam terbesar yakni sebesar -36.8 persen (Top 10 Kripto terbesar).

282230

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.