Advertisement

iklan

Gubernur BoE: Batal Naikkan Bunga Jika Terjadi No-Deal Brexit

Sterling tergelincir setelah Gubernur Bank of England (BoE) mensinyalkan bahwa kebijakan moneter lebih mungkin dilonggarkan apabila terjadi No-Deal Brexit.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Poundsterling tergelincir kembali ke kisaran 1.2682 terhadap Dolar AS dalam perdagangan malam ini (26/Juni), setelah Gubernur Bank of England (BoE) mensinyalkan bahwa kebijakan moneter lebih mungkin dilonggarkan ketimbang diketatkan apabila terjadi "No-Deal Brexit". Pernyataan itu disampaikannya di hadapan anggota parlemen Inggris dari Treasury Select Committee, dalam kerangka dengar pendapat laporan inflasi sekitar empat jam lalu.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview

Pada awal acara, Gubernur BoE Mark Carney menuturkan bahwa ketidakpastian brexit telah memperburuk kondisi bisnis. Harga perumahan tumbang, sementara investasi seret.

"Tingkat ketidakpastian (bagi perusahaan-perusahaan) cukup tinggi (sekarang) sebagaimana dulu menjelang deadline 29 Maret. Jika Anda menilik secara marjinal, (ketidakpastiannya) naik sedikit," kata Carney. Lanjutnya, "Ekspektasi No-Deal telah meningkat di pasar, dan ketidakpastian itu menunggu di sana bagi sektor bisnis dan itu memengaruhi kinerja ekonomi jangka pendek."

Sejalan dengan itu, sang pemimpin bank sentral Inggris mengungkapkan, BoE selalu siap menghadapi kemungkinan apapun yang akan terjadi kelak. Namun, ia menegaskan pula bahwa di atas kertas, BoE akan terus mempertahankan estimasi brexit akan terjadi secara teratur, selama Perdana Menteri yang berkuasa belum menyatakan bahwa Inggris bakal keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun.

Saat ditanya mengenai bagaimana jika estimasi BoE mengenai brexit tersebut keliru dan Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun, Gubernur BoE Mark Carney mengungkapkan pihaknya tidak akan secara otomatis menaikkan atau menurunkan suku bunga. Namun, ia mengisyaratkan bahwa BoE akan lebih mungkin melonggarkan (memangkas suku bunga) daripada mengetatkan kebijakan (menaikkan suku bunga) setelah terjadinya No-Deal.

Pernyataan Mark Carney tersebut berlawanan dengan ekspektasi pasar saat ini yang mengharapkan BoE akan segera memulai siklus kenaikan suku bunga baru, setelah ketidakpastian brexit berakhir. Akibatnya, Sterling kembali digoyang oleh sentimen negatif.

288979

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


24 Sep 2019