OctaFx

iklan

Harga Minyak Lanjutkan Trend Naik Di Tengah Ketegangan Geopolitik

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak dan membuatnya berada di jalur kenaikan tiga sesi berturut-turut.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Harga minyak naik pada perdagangan Kamis (16/Mei), memperpanjang kenaikan selama tiga sesi berturut-turut karena gejolak geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan. Kenaikan harga minyak selama tiga hari terakhir sedikit menghapus kerugian yang diderita dari penurunan cukup signifikan di awal bulan Mei.

Harga Minyak Naik

Pada pukul 10:00 WIB, Minyak Brent diperdagangkan pada level $72.34 per barel, naik tipis dari harga Open harian di kisaran $71.56 per barrel. Secara akumulatif dalam tiga hari terakhir, harga minyak Brent telah naik 2.8 persen. Sementara itu, harga minyak WTI (West Texas Intermediate) mengalami kenaikan serupa dalam tiga hari belakangan, dan kini berada di kisaran $62.33 per barrel.

 

Konflik Di Timur Tengah Semakin Memanas

Harga minyak sebelumnya turun cukup dalam karena eskalasi perang dagang AS-China, yang menekan prospek pertumbuhan ekonomi global dan memicu kekhawatiran pada prospek permintaan minyak mentah.

Namun dalam kurun waktu tiga hari terakhir, harga minyak mampu bangkit karena didorong oleh memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Keresahan investor kini beralih terhadap gangguan pasokan minyak ke pasar global, mengingat kawasan Timur Tengah merupakan produsen minyak terbesar dunia saat ini.

Menurut laporan The New York Times, Pemerintah AS telah memerintahkan evakuasi sebagian pada kedutaan besar AS di Baghdad, karena kekhawatiran terhadap reaksi Iran atas rencana penerapan tekanan yang sebelum ini disuarakan oleh pihak AS.

Namun, persediaan minyak mentah AS yang menunjukkan peningkatan berpotensi menghambat kenaikan harga minyak lebih jauh. Laporan EIA tadi malam (15/Mei) menyebut stok minyak negeri Paman Sam bertambah sebanyak 5.4 juta barel pada minggu lalu, melonjak tajam dari penurunan 3.9 juta barel di periode sebelumnya.

288543

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.