Harga Minyak Melemah Jelang Pertemuan OPEC

Menjelang pertemuan negara-negara pengekspor minyak yang akan membahas pemangkasan output, harga minyak melemah lebih dalam.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) bersama Rusia dan produsen lain dijadwalkan menggelar pertemuan di Wina, Austria pekan ini untuk membahas seberapa banyak output minyak yang akan diturunkan. Beberapa minggu lalu, OPEC bersama Rusia dan negara lain telah menyetujui perlunya memangkas produksi minyak di tahun 2019 mendatang. Namun, belum ada kata sepakat mengenai seberapa besar output yang harus dikurangi.

Minyak Mentah Melemah Jelang Pertemuan OPEC

Berbeda dengan negara anggota OPEC lainnya, Presiden AS, Donald Trump, tampak menginginkan agar OPEC tetap menjaga output seperti sekarang ini. Dengan kata lain, Trump berharap tidak ada pemangkasan produksi.

"Semoga OPEC dapat menjaga pasokan minyak seperti saat ini, tidak membatasi. Dunia tidak ingin melihat harga minyak yang lebih tinggi," cuit Trump di akun Twitter-nya.

Sebagai informasi, harga minyak mentah terus merosot dalam beberapa minggu terakhir, dipicu oleh menurunnya permintaan global. Di tengah kondisi seperti itu, AS justru menekan Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyak harian pada bulan November, dari 10.65 juta bph menjadi 11.3 juta bph.

 

Harga Minyak Masih Dalam Tren Bearish

Minyak mentah sedang berjuang untuk kembali naik, meski tampaknya masih kesulitan keluar dari Downtrend. Kemerosotan itu tercermin dari harga minyak Brent yang saat ini diperdagangkan pada kisaran $61.27 per barel. Padahal, Brent sempat menyentuh $63.44 per barrel yang merupakan level tertinggi minggu ini pada hari Selasa (4/12).

Harga minyak jelang pertemuan OPEC

Kondisi serupa juga dialami minyak WTI, yang saat ini bertengger di kisaran $52.52 per barel, turun dari level tertinggi minggu ini pada level $54.45 per barel. Sejatinya, harga minyak sudah sedikit terangkat bila dibandingkan pekan lalu, tepatnya ketika minyak WTI sempat menyentuh rekor terendah 14 bulan di kisaran $49.29 per barel.

286485

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.