Advertisement

iklan

Hashflare Tutup Kontrak Bitcoin, Pengguna Mulai Curiga

Hashflare yang terkenal sebagai salah satu penyedia layanan Cloud Mining terbesar, menghentikan kontrak Bitcoin yang mereka punya.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Pada tanggal 20 Juli 2018, Hashflare mengumumkan penutupan layanan dan pembatalan semua kontrak terkait Bitcoin. Hal ini cukup mengejutkan karena Hasflare merupakan salah satu layanan Cloud Mining terpopuler. Apa yang mendasari keputusan mengejutkan ini?

 

Hashflare hentikan kontrak Bitcoin

 

Kekhawatiran Dengan Profitabilitas

Saat berita ini dirilis, kontrak untuk menambang uang kripto lainnya seperti Litecoin (LTC), Ether (ETH), dan Dash (DASH) masih berjalan, tetapi belum ada keputusan apakah kontrak tersebut akan dibatalkan juga. Pengumuman yang dilakukan melalui email serta halaman Facebook Hashflare itu, menyatakan bahwa langkah yang diambil telah sesuai dengan persyaratan layanan mereka.

Profitabilitas menjadi alasan utama pengambilan keputusan ini. Hasflare menyatakan rugi karena pemasukan yang mereka terima, kurang dari biaya pemeliharaan untuk 28 hari berturut-turut. Berdasarkan klausul 5.5 dalam ToS (Terms of Service) mereka, jelas termuat:

"Proses penambangan berlanjut (hanya) jika penambangan tersebut menguntungkan. Artinya, proses penambangan akan dihentikan jika biaya pemeliharaan dan listrik lebih besar daripada pemasukan. Jika penambangan tetap tidak menguntungkan selama 21 hari berturut-turut, Layanan dihentikan secara permanen."

 

Langkah Hasflare Menuai Kecurigaan

Pada klausul yang termuat di atas, Hasflare mengisyaratkan akan membuka kontraknya kembali apabila ada faktor-faktor yang menguntungkan pihak mereka, contohnya: jika kesulitan biaya telah teratasi atau harga Bitcoin naik. Hal ini mengundang kecurigaan karena bulan ini, Bitcoin sedang mengalami kenaikan harga lebih dari 30 persen. Banyak dugaan bahwa Hasflare menyembunyikan sesuatu di balik penutupan kontrak Bitcoin tersebut.

Tidak hanya itu, para pengguna tidak mendapatkan pengembalian untuk sisa kontrak mereka yang telah dibayar di muka untuk satu tahun penambangan. Biaya awal tersebut meliputi perangkat keras, sementara biaya layanan harian mencakup pemeliharaan dan listrik. Biaya layanan harian ini dipotong dari penghasilan mereka secara otomatis.

Kecurigaan para pengguna makin bertambah karena sebelum pengumuman pembatalan kontrak, terjadi pembatasan penarikan dana, terutama bagi mereka yang belum memverifikasi identitas mereka. Hal ini menyebabkan banyak dana pengguna yang terjebak dalam sistem dan tidak dapat ditarik kembali. Beberapa pengguna memiliki opsi penyelesaian sengketa melalui perusahaan kartu kredit mereka, sementara yang lain sudah mengambil jalur hukum untuk menuntut pengembalian dana mereka.

284622

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.