Advertisement

iklan

Hasil G20 Meetings Mengenai Regulasi Mata Uang Kripto

Selama dua hari G20 Meetings membahas berbagai isu ekonomi, termasuk Regulasi mata uang kripto yang direkomendasikan pada bulan Juli mendatang.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pertemuan para pemimpin negara negara ekonomi terbesar dunia yang tergabung dalam G20 di Buenos Aires, Argentina telah selesai. Selama dua hari, G20 Meetings membahas berbagai isu ekonomi, termasuk mengenai regulasi mata uang kripto yang direkomendasikan pada bulan Juli mendatang.

Rekomendasi Regulasi Mata Uang Kripto dari G20 Meetings

Diskusi mengenai mata uang kripto pada G20 Meetings di Argentina, berawal dari seruan untuk lebih memperhatikan aset kripto oleh Perancis, Jerman, Jepang, dan AS dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini adalah sebagai reaksi atas harga kripto yang melonjak sangat pesat di kuartal terakhir tahun lalu.

Bankir dan pejabat pemerintah dunia melihat kripto berpotensi menimbulkan dampak negatif karena dapat digunakan untuk kejahatan. Jerman dan Perancis sebelumnya pernah mengatakan bahwa mata uang kripto dapat menimbulkan risiko besar bagi Investor. Bahkan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, dan seorang pejabat Jepang yang tidak disebutkan namanya, menyatakan keprihatinan terhadap penggunaan kripto di ranah ilegal.

Namun pendapat yang berbeda dilontarkan oleh Mark Carney, Gubernur Bank of England sekaligus Kepala Financial Stability Board (FSB) di G20. Pada hari Minggu lalu (18/Maret), ia mengatakan bahwa aset kripto tidak akan menimbulkan dampak besar terhadap stabilitas keuangan global, mengingat kapitalisasi market aset kripto tidak sampai 1 persen dari GDP Global.

 

Regulasi Mata Uang Kripto Membutuhkan Kajian Lebih Dalam

Pada hari Selasa (20/Maret), Kepala Bank Sentral Argentina, Frederico Sturzenegger, mengatakan bahwa negara-negara anggota G20 setuju bila mata uang kripto perlu dipelajari lebih lanjut. Masih banyak informasi yang perlu digali, sebelum regulasi mata uang kripto bisa dibuat.

Sturzenegger menegaskan bahwa G20 menyepakati bulan Juli 2018 sebagai batas yang direkomendasikan untuk menyeragamkan langkah terkait regulasi mata uang kripto. "Pada bulan Juli, kita harus menawarkan rekomendasi yang sangat konkret dan spesifik, bukan mengenai apa yang akan diatur, tetapi apa saja data yang dibutuhkan (untuk mengkaji regulasi)." ungkap Sturzenegger.

Namun, tidak semua negara anggota G20 setuju dengan rencana tersebut. Presiden Bank Sentral Brazil, Ilan Goldfajn mengatakan bahwa cryptocurrency tidak akan diregulasi di negaranya. Secara umum, Goldfajn berpendapat bahwa Brazil tidak harus mengikuti peraturan yang digariskan oleh G20 terkait regulasi mata uang kripto

Hasil pertemuan G20 selama dua hari di Buenos Aires juga menjanjikan penerapan Standard Financial Action Task Force (FATF) untuk mata uang kripto. FATF sendiri merupakan sebuah ikatan antar negara anggota G20 yang dibentuk untuk memerangi Money Laundry dan pendanaan teroris.

282921

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.