HDIT: Debut Pertama Targetkan Raup Dana 200 Miliar

HDIT merupakan emiten produk-produk fintech digital pertama yang resmi masuk Bursa Efek Indonesia

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Jumat (12/7) merupakan debut pertama PT Hensel Davest Indonesia melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini menarik perhatian sebagian besar investor yang langsung memborong saham HDIT.

Perusahaan multinasional yang berdiri sejak tahun 2013 ini bergerak dibidang teknologi keuangan (fintech) dan e-commerce. Didirikan oleh para wirausahawan berbakat dari Silicon Valley, California, Produk HDIT berupa Davestpay, DavestMoney, Emposh, MoTransfer, Doeku, dan BiroPay. Di nusantara, HDIT menyasar pasar untuk wilayah Indonesia Timur.

PT HDI Tbk mulai mengembangkan sistem pembayaran online sejak 2014, berlanjut pada aplikasi seluler pada tahun 2015, kemudian menjadi bagian dari Asosiasi E-Commerce Indonesia pada tahun 2016. Sebagai penjamin pelaksana emisi efek, HDIT menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas. HDIT tercatat menjadi emiten ke-32 pada periode 2019, hingga saat ini tercatat sebanyak 649 emiten yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

berita saham hdit

 

Gunakan 65 Persen Dana IPO Untuk Ekspansi

Saat mulai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), HDIT membuka harga penawaran sebesar Rp. 525 per lembar saham. Tidak tanggung-tanggung saham HDIT langsung terkena auto-reject atas ke level harga Rp. 785 atau menguat sebesar 49.52 persen.

Kenaikan saham HDIT ditopang oleh ukuran transaksi sebesar 10 lot pada awal transaksi. Pada saat pelaksanaan IPO (Initial Public Offering) hari ini, HDIT telah melepas 381.17 juta lembar saham dengan perkiraan perolehan dana sebanyak Rp. 200.11 miliar.

Manajemen HDIT berencana untuk menggunakan dana hasil IPO sebesar 65 persen untuk penambahan modal kerja Davestpay dalam upaya mengakuisisi UMKM dan individu, pembelian barang, uang muka, dan pemberian piutang usaha kepada pelanggan, sebanyak 10 persen dana akan digunakan untuk peningkatan kinerja Davestpay dan pembelian server, serta 25 persen dana perolehan akan digunakan untuk pembelian bangunan dan kegiatan operasional perusahaan.

289212

Wiraswasta kelahiran Lombok Timur dan seorang Independent Stock Trader di Bursa Efek Indonesia. Awal ketertarikannya di dunia trading dimulai ketika cryptocurrency masih berjaya, tapi sejak terjadi crash di pasar kripto, ia mengubah haluannya menjadi long-term trader di pasar saham. Trading plan yang digunakan mencakup analisis teknikal dan fundamental.