Advertisement

iklan

HKMU, MPRO: Resmi Listing di Bursa Efek Indonesia

IPO PT Propertindo Mulia Investama Tbk (MPRO) dan PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) disambut hangat oleh investor hingga mengalami autoreject atas.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Oktober 2018 bisa jadi merupakan bulan di mana seremoni pencatatan saham perdana (IPO) paling ramai dilaksanakan di mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedikitnya sembilan calon penghuni papan bursa mengumumkan pelaksanaan IPO pada Oktober 2018.

Pada Selasa (9/10), Manajemen BEI melepas dua emiten baru, yaitu PT Propertindo Mulia Investama Tbk (kode saham MPRO) dan PT HK Metals Utama Tbk (kode saham HKMU). Masing-masing emiten tersebut bergerak di sektor properti dan perdagangan manufaktur logam.

Saat hari pertama diperdagangkan, saham kedua perseroan mengalami autoreject atas, yang artinya saham kedua emiten tersebut ramai-ramai dibeli investor. Saham Propertindo Mulia Investama bahkan telah oversubscribe lebih dari 70 kali selama masa penawaran awal (bookbuilding).

HKMU MPRO

Pada perdagangan hari pertamanya, saham Propertindo Mulia Investama ditawarkan pada harga Rp110 dengan volume sebanyak 1,492,500,000 lembar atau setara 15.01% dari modal disetor perseroan setelah IPO. Sesaat setelah dibuka, harga saham MPRO mengalami lonjakan 70% ke level Rp187.

Saat dibuka, HK Metals Utama melepas 1,021,740,000 sahamnya dengan harga penawaran sebesar Rp230. Saat perdagangan dimulai, saham HKMU melonjak 49.57% ke level Rp344. Dengan demikian, kapitalisasi pasar HKMU menjadi Rp1.11 triliun.

Propertindo Mulia Investama merupakan bagian dari Grup Mayapada yang bergerak pada sektor pengembangan dan pembangunan properti dan real estate. Saat ini perseroan tengah mengembangkan proyek "The Kahyangan" di Solo Baru, Sukoharjo.

Pada 2019, perseroan melalui anak usahanya yaitu PT Trixindo Selaras berencana mengembangkan proyek "Simprug Signature" di Jakarta Selatan dengan total luas area 5.2 ha. Dana IPO yang didapat perseroan yaitu Rp164.17 miliar akan digunakan 80%-nya untuk proyek Simprug Signature, 15% untuk pembangunan apartemen Apsara Tower di Solo Baru, sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja.

Sementara itu, HK Metals Utama meraup Rp235 miliar dari hasil IPO, yang akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan. Sebesar Rp90 miliar akan digunakan untuk penyertaan modal entitas anak dengan rincian sebesar Rp67 miliar akan diberikan kepada PT Handal Aluminium Sukses untuk belanja modal.

Sebesar Rp8.5 miliar akan diberikan kepada PT Karya Bumimas Persada yang akan digunakan untuk belanja modal seperti pembangunan gudang barang jadi, pembelian mesin, serta peralatan operasional lainnya. Sebesar Rp7.5 miliar akan disertakan kepada PT Rasa Langgeng Wira yang akan digunakan untuk belanja modal seperti pembangunan gudang, pembelian mesin, dan peralatan operasional lain. Sebesar Rp7 miliar akan disuntikkan pada PT Hakaru Metalindo Perkasa yang akan digunakan untuk penambahan dua cabang baru di wilayah Jabodetabek dan Indonesia Timur.

285654

Penulis lepas bidang saham yang juga merupakan investor pasar modal. Selain itu, Alia merupakan pemerhati aksi korporasi emiten. Penulis sudah berkecimpung lebih dari 3 tahun dalam tulis-menulis sektor ekonomi dan update terhadap isu-isu nasional.