Implementasi Pemotongan Pajak AS Akan Ditunda, Dolar Tergelincir

Potensi penundaan dalam pelaksanaan pemotongan pajak cenderung menjadi beban bagi penguatan Dolar AS.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS tergelincir di sesi Asia, Rabu (08/Nov) pagi ini setelah media mengabarkan bahwa pelaksanaan pemotongan pajak perusahaan, yang menjadi inti pembahasan rencana reformasi pajak AS, bisa tertunda.

dolar-as

Reuters yang mengutip dari The Washington Post mengatakan, Selasa kemarin para pimpinan Senat AS sedang mempertimbangkan kemungkinan penundaan implementasi penundaan pemotongan pajak perusahaan selama satu tahun. Tujuannya, supaya aturan-aturan yang disusun oleh Senat dapat dipenuhi dengan sempurna.


Dolar AS Digerakkan Perkembangan Kabar Pajak AS

Akibatnya, Dolar AS yang sempat dilambungkan ke level tinggi tiga bulan di akhir Oktober lalu, menjadi limbung dan melemah. Potensi penundaan dalam pelaksanaan pemotongan pajak cenderung menjadi beban bagi penguatan Dolar AS.

"Dolar dijual terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya seperti Euro, Yen, dan Dolar Australia setelah adanya laporan dari The Washington Post tersebut," kata Yukio Ishizuki, Ahli Mata Uang di Daiwa Securities.

"Kita tidak akan melihat rilis indikator ekonomi yang berdampak besar untuk minggu ini. Selain itu, calon Ketua The Fed baru pun sudah diputuskan. Jadi, hal-hal yang berkaitan dengan rencana pajak akan menjadi sorotan utama. Mata uang-mata uang pun tampaknya akan bergerak berdasarkan kabar-kabar yang berhubungan dengan hal tersebut,"

Dolar AS menurun 0.3 persen ke angka 113.660 yen, dari sebelumnya di kisaran 114.735. Saat berita ini ditulis, USD/JPY sudah sedikit naik ke kisaran 113.806. Sementara itu, EUR/USD naik 0.15 persen ke angka 1.1602, dari level rendah tiga bulan di angka 1.1553 yang tercapai malam tadi. AUD/USD juga mendapat perolehan sebanyak 0.15 persen ke angka 0.7656, membalas penurunan kemarin setelah kebijakan moneter Bank Sentral Australia.

280942

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


24 Sep 2019