INAF: Demi Laba Rp 30 Miliar, Kurangi Jumlah Karyawan

PT Indofarma Tbk (INAF) akan melakukan efisiensi dan langkah pencapaian target peningkatan laba hinga mencapai lima kali lipat. Salah satu strategi yang diambil adalah dengan cara memangkas jumlah karyawan tahun 2016 ini yakni pengurangan karyawan di level manager.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

PT Indofarma Tbk (INAF) akan melakukan efisiensi dan langkah pencapaian target peningkatan laba hinga mencapai lima kali lipat. Salah satu strategi yang diambil adalah dengan cara memangkas jumlah karyawan tahun 2016 ini yakni pengurangan karyawan di level manager.

Indofarma

Hal tersebut dilakukan sebagai usaha untuk memperoleh target laba sebesar Rp 30 miliar untuk tahun 2016 dari laba bersih perusahaan sebelumnya yang hanya mampu memperoleh laba sebesar Rp 6.56 miliar saja. Arif Budiman selaku Direktur Utama Indofarma menjelaskan bahwa efisiensi karyawan akan dilakukan dengan cara mengurangi jumlah manager yang sebelumnya ada 38 orang kemudian turun menjadi 18 orang, lalu masih dikurangi kembali menjadi hanya 10 orang saja.

Tidak hanya itu saja, Arif menyatakan perseroan ini tidak akan membuka lowongan pekerjaan untuk karyawan baru di tahun ini. Disamping itu, Indofarma juga berencana melakukan efisiensi dari sisi penawaran bahan baku obat. Arif menuturkan, perusahaannya akan membuka lebar-lebar perusahaan vendor bahan baku obat lain agar INAF bisa memperoleh harga bahan baku yang bisa lebih murah dari sebelumnya.

Dari sisi pemasaran sendiri, efisiensi akan dilakukan dengan cara melakukan pengurangan promosi atau diskon terhadap obat-obat yang dijual perusahaan ini. Arif mengatakan, pada dasarnya obat yang dipasarkan oleh PT Indofarma Tbk ini adalah obat generik dan sudah dibandrol dengan harga yang murah. Dengan demikian, diskon sebesar 20-25 persen seperti dulu dihapuskan atau ditiadkan untuk memaksimalkan efisiensi perusahaan tersebut.

263367

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.