Inflasi Inggris Naik Sesuai Ekspektasi, Pound Menguat Tipis

Inflasi Inggris secara tahunan naik dari 2.4 persen menjadi 2.5 persen di bulan Juli, sesuai dengan ekspektasi para analis. Namun Pound hanya naik tipis karena beberapa alasan.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Tingkat inflasi Inggris pada bulan Juli menjadi kenaikan yang pertama kalinya dalam tahun ini. Rabu (15/Agustus) sore ini, biro statistik ONS dari Inggris melaporkan bahwa dalam basis tahunan, Indeks Harga Konsumen atau inflasi Inggris naik dari 2.4 persen menjadi 2.5 persen di bulan Juli. Level tersebut sesuai dengan ekspektasi para analis.

cpi-uk

 

Rate Hike BoE Terganjal Inflasi Dan Pertumbuhan Upah

Sayangnya, kenaikan inflasi yang dapat menjadi faktor bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga itu, tidak diiringi dengan kenaikan upah yang sepadan. Pada hari Selasa kemarin, data menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan per jam warga Inggris (termasuk bonus) hanya berada di level 2.4 persen, di bawah ekspektasi 2.5 persen. Perlambatan upah paling banyak terjadi di sektor swasta.

Bank of England (BoE) telah menaikkan suku bunga sebanyak dua kali sejak November 2017. Kenaikan selanjutnya diprediksikan tidak akan dilakukan dalam waktu dekat, karena terganjal oleh masalah inflasi yang tak sepadan dengan kenaikan upah pekerja, sekaligus ketidakpastian Brexit.

BoE mengekspektasikan inflasi akan mengalami penurunan, meski nantinya masih bisa sedikit di atas level 2 persen akibat kenaikan suku bunganya. Akan tetapi, sejumlah ekonom memperkirakan inflasi Inggris akan lebih rendah daripada prediksi BoE tersebut.

 

Poundsterling Turun

Outlook inflasi yang suram mengakibatkan Poundsterling hanya merespon kenaikan inflasi sore ini dengan kenaikan terbatas. Saat berita ditulis, GBP/USD diperdagangkan di posisi 1.27210. Secara keseluruhan, tren GBP/USD masih menunjukkan penurunan dalam jangka pendek.

"Poundsterling memainkan 'peran figuran' di tengah peristiwa yang melanda negara berkembang dan menguatnya Dolar AS saat ini. Tingginya defisit neraca berjalan Inggris membuat Pound diperdagangkan sebagai mata uang yang sensitif, dengan peringatan risiko penurunan GBP/USD. Cable akan bergerak di kisaran 1.2600 - 1.2620," kata Chris Turner, pakar forex dari ING Group.

gbpusd

284917

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


1 Ags 2019

19 Ags 2019

15 Jul 2019