Inflasi Melampaui Ekspektasi, Tak Mampu Pacu Yen Jepang

Inflasi Jepang menunjukkan kenaikan melebihi ekspektasi dan Dolar AS cenderung melemah terhadap mata uang mayor lainnya, tetapi USD/JPY meningkat.

acy

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Mata uang Yen melangkah mundur pada perdagangan sesi Asia hari Jumat (23/Februari). Data Inflasi Konsumen Jepang yang dirilis tadi pagi menunjukkan kenaikan melebihi ekspektasi dan Dolar AS cenderung melemah terhadap mata uang mayor lainnya, tetapi USD/JPY meningkat 0.25% dalam perdagangan intraday ke 107.00. Ada dua hal yang membuat USD/JPY melawan arus.

Yen Jepang

 

Biro Statistik Jepang melaporkan Core Consumer Price Index (Core CPI) menanjak 0.9% Year-on-Year (YoY) pada bulan Januari, meski awalnya diestimasikan akan melandai ke 0.8%. Sementara itu, dengan memperhitungkan juga harga makanan segar yang volatile, CPI meningkat 1.4% YoY, lebih tinggi dari estimasi 1.3% maupun angka 1.0% yang tercatat pada data preliminer.

Secara keseluruhan, data-data yang menjadi indikator Inflasi Konsumen ini cukup cemerlang. Bahkan, CPI Jepang 1.4% merupakan yang tertinggi sejak awal 2015. Namun demikian, Yen nyaris tak bereaksi sama sekali. Menurut Daniel Dubrovsky dari DailyFX, bisa jadi ada dua sebab, yaitu pasar tak mengharapkan reaksi apapun dari bank sentral, serta hubungan antara Yen dengan pergerakan di pasar saham.

Pertama, meskipun inflasi mendekati target dua persen yang ditentukan bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ), tetapi Inflasi Inti (Core CPI) masih jauh dari itu. Dengan kata lain, BoJ boleh jadi tak melakukan langkah apapun untuk menanggapinya, sedangkan pelaku pasar baru akan mengetahui pandangan mereka pada pengumuman kebijakan berikutnya pada awal Maret. Apalagi, dengan bias tim penyusun kebijakan BoJ yang cenderung dovish, agaknya mereka belum akan melakukan perubahan terkait suku bunga maupun stimulus moneter dalam waktu dekat.

Kedua, permintaan atas Yen belakangan ini lebih digerakkan oleh gejolak di pasar saham. Kemarin, Yen menguat karena tingginya minat penghindaran risiko lantaran saham ambruk pasca rilis Notulen FOMC. Sedangkan hari ini, sejalan dengan pemulihan pasar saham, Yen kembali mengendur. Dalam perdagangan hari Jumat, Nikkei 225 telah meningkat 156.3 poin, atau 0.72%, sementara Yen melemah perlahan.

282541

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.