INTP: Saham Diborong Aberdeen Asset Management

Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diborong oleh perusahaan investasi asing asal Skotlandia Aberdeen Asset management. Pembelian saham INTP oleh Aberdeen dilakukan bertahap yaitu dari tanggal 22 sampai 24 Maret 2016. Setelah melakukan transaksi pembelian saham ini maka kepemilikan Aberdeen atas INTP meningkat menjadi 9.10 persen dari sebelumnya yang hanya 8.73 persen.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diborong oleh perusahaan investasi asing asal Skotlandia Aberdeen Asset management. Pembelian saham INTP oleh Aberdeen dilakukan bertahap yaitu dari tanggal 22 sampai 24 Maret 2016. Setelah melakukan transaksi pembelian saham ini maka kepemilikan Aberdeen atas INTP meningkat menjadi 9.10 persen dari sebelumnya yang hanya 8.73 persen.

INTP Semen Tiga Roda

Menurut informasi pada Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan asal negara Skotlandia tersebut memebeli 13.660.100 lembar saham produsen semen swasta pads harga sekitar Rp 19.846 - 20.447 per saham.

Pada periode tanggal tersebut, kinerja INTP sedang dalam keadaan yang kurang memuaskan. Hal ini terjadi karena di sepanjang tahun 2015, pendapatan INTP mengalami penurunan yaitu menjadi RP 17.79 triliun atau jatuh sekitar 11 persen bila dibandindingkan dengan pendapatan yang diperoleh pada tahun 2014 sebesar Rp 19.99 triliun.

Tidak hanya itu saja, perusahaan semen swasta Indonesia juga kehilangan pangsa pasarnya, kini menjadi sebesar 27.8 persen dari sebelumnya 30.4 persen. Dampaknya adalah INTP harus merugi dan hanya memperoleh keuntungan sebesar Rp 4.3 triliun dari sebelumnya Rp 5.29 triliun.

Penurunan seperti pendapatan, laba bersih dan kinerja tentu saja mempengaruhi harga saham perusahaan semen ini. Tercatat pada data BEI, harga saham INTP turun 11,76 persen ke level Rp 19.700 per saham dan kemarin ditutup naik sedikit ke level harga Rp 19.975.

262357

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.