Advertisement

iklan

James Bullard: Fed Harus Tunda Kenaikan Suku Bunga Lanjutan

Bullard berpendapar, terlalu cepat melakukan Rate Hike justru bisa membahayakan ekonomi.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Di tengah tingginya probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed Rate Hike) pada bulan Desember mendatang, masih tersisa sedikit pertentangan diantara para petinggi Bank Sentral AS terkait jadwal kenaikan suku bunga acuan. Penolakan akan kenaikan suku bunga datang dari Presiden Fed St. Louis, James Bullard, yang berbicara pada hari Selasa (14/11) pagi waktu setempat.

James Bullard : Fed Harus Tunda

 

"Data Inflasi sepanjang 2017 secara mengejutkan berada di level rendah dan perlu dipertanyakan terkait gagasan untuk kembali melakukan Rate Hike bulan Desember", ucap James Bullard yang berbicara dalam sebuah sambutan di Louisville, Kentucky. Bullard menambahkan bahkan jikalau Inflasi (pada akhirnya) dapat mencapai target 2 persen, hal itu tidak akan terjadi sebelum 2018 atau 2019.

Penolakan dari Bullard yang cenderung dovish terhadap prospek kenaikan suku bunga itu bukanlah tanpa alasan, melainkan dia berpendapat bahwa terlalu cepat melakukan Rate Hike justru bisa membahayakan di saat kondisi perekonomian AS belum sepenuhnya kokoh. 

Perlu diketahui bahwa Bank Sentral AS telah menaikkan suku bunga sebanyak dua kali sepanjang tahun ini, dan dijadwalkan kembali melakukan Rate Hike lanjutan pada pertemuan bulan depan. Namun, para petinggi Bank Sentral AS tidak secara bulat setuju dengan jadwal Rate Hike bulan depan, ada beberapa anggota yang menolak. Pasalnya, tingkat Inflasi Inti (PCE Core) masih berkubang di level 1.3 persen, jauh dari target ideal 2 persen. Kondisi tekanan Inflasi di bawah target itu sudah berlangsung selama lima setengah tahun dan belum ada tanda peningkatan secara signifikan. 

 

Inflasi Produsen AS Bulan Oktober Naik Lewati Estimasi

Secara terpisah, dirilis data Inflasi Produsen AS bulan Oktober oleh Departemen Tenaga Kerja yang mencatatkan kenaikan melewati ekspektasi. Didorong oleh kenaikan pada biaya layanan, dan terdapat tanda-tanda pertumbuhan Inflasi di tingkat grosir.

Menurut Departemen terkait, Producer Price Index (PPI) naik 0.4 persen pada bulan lalu, lebih baik dibandingkan kenaikan 0.1 persen yang diekspektasikan oleh ekonom. Kenaikan data Inflasi Produsen bulan Oktober sama dengan kenaikan pada periode sebelumnya. Sedangkan secara basis tahunan, PPI telah naik sebanyak 2.6 persen hingga bulan September lalu.

Sementara itu, Core PPI, yang tidak memperhitungkan layanan makanan, energi dan perdagangan, juga mencatatkan kenaikan dalam margin yang sama (0.4 persen); setara dengan kenaikan pada periode September dan lebih baik dibandingkan estimasi pada 0.2 persen.

Trend pertumbuhan Inflasi Produsen AS bulan Oktober yang membaik diharapkan akan mendorong Inflasi Inti di tingkat konsumen, yang menjadi indikator utama bagi Bank Sentral untuk melakukan Rate Hike.

281028

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


22 Feb 2019

28 Feb 2019