Jelang Rapat RBNZ, NZD/USD Melonjak Berkat Neraca Dagang

NZD mendapatkan dukungan dari surplus dagang, sedangkan USD justru tertekan akibat berbagai keresahan politis yang ditimbulkan Trump.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pasangan mata uang NZD/USD meroket lebih dari 0.4 persen ke kisaran 0.6650-an hingga sesi Eropa hari Selasa ini (25/Juni), sehubungan dengan melonjaknya neraca dagang New Zealand dan masih maraknya aksi jual Dolar AS. Dolar New Zealand mendapatkan dukungan dari surplus dagang yang melampaui ekspektasi, sedangkan Greenback justru tertekan akibat berbagai keresahan politis.

NZDUSD DailyGrafik NZD/USD Daily via Tradingview.com

 

RBNZ Rate Cut 20%

Tadi pagi, Badan Statistik New Zealand melaporkan bahwa neraca perdagangan hanya mencetak surplus 264 juta (Month-over-Month) pada bulan Mei 2019. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan surplus 383 juta pada periode sebelumnya, tetapi melampaui ekspektasi yang hanya dipatok pada surplus 200 juta saja. Secara terperinci, ekspor meroket 8.5 persen dan impor naik 7.6 persen (Year-on-Year), menepis tren penurunan permintaan yang melanda berbagai negara lain.

Dirilis menjelang rapat kebijakan moneter RBNZ besok pagi, data ini mendukung estimasi suku bunga akan dibiarkan tetap pada level 1.50 persen. Namun, Mike Shirley dari Kiwibank mengatakan kepada New Zealand Herald bahwa pasar memperhitungkan ada peluang 20 persen untuk pemangkasan suku bunga.

"Ada satu banding lima peluang pemangkasan (suku bunga RBNZ) besok. Tampaknya tidak mungkin, tetapi secara historis, mereka pernah melakukan pemangkasan saat proyeksi pasar seperti ini," katanya.

 

Greenback Ditekan Isu Politis

Di belahan dunia berbeda, Presiden AS Donald Trump lagi-lagi bersikeras menyatakan bahwa ia bisa memecat Ketua Fed Jerome Powell kapan saja ia mau. Dalam wawancara dengan The Hill, Trump menampik pernyataan Powell pasca rapat FOMC minggu lalu mengenai perlindungan hukum atas mandat masa jabatan empat tahun yang dimilikinya.

"Jika saya mau (saya bisa memecat Powell -red), tapi saya tak punya rencana untuk melakukan apa-apa," demikian kata Trump.

Hal ini semakin meningkatkan tekanan atas Dolar AS dalam hari-hari menjelang dimulainya pertemuan G20 Osaka, dimana Trump akan mencoba renegosiasi dagang dengan China. Sebelumnya, seorang mantan pejabat Fed telah memeringatkan bahwa Trump bisa memicu gejolak pasar apabila ia melengserkan Powell secara sepihak.

288960

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


15 Jul 2019

30 Apr 2019