Jobless Claims AS Nyaris Sesuai Ekspektasi, Dolar Melemah Terhadap Euro

Jobless Claims AS turun 1,000 menjadi 222,000. Namun, USD tak berdaya melawan Euro karena dorongan Risk Appetite yang terkait dengan isu tapering ECB.

iklan

Advertisement

iklan

FirewoodFX

Jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran sedikit turun pada minggu lalu, nyaris tidak mengalami perubahan berarti. Meskipun demikian, tren Jobless Claims AS tetap stabil di level rendah, mencerminkan kokohnya pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam pada kuartal kedua 2018. Dolar AS tak terangkat naik oleh sentimen terhadap berita ini, karena pergerakannya masih dibayangi Risk Appetite, terutama terhadap Euro yang tengah bullish akibat isu tapering ECB.

 

Jobless Claims AS Sesuai Ekspektasi

 

 

Departemen Tenaga Kerja pada hari Kamis (7/Juni) merilis data klaim pengangguran AS yang turun 1,000 menjadi 222,000, menurut perhitungan secara mingguan yang berakhir pada tanggal 2 Juni lalu. Dalam laporan terkait, jumlah klaim periode sebelumnya direvisi naik 2,000 menjadi 223,000, sehingga rilis data Jobless Claims AS malam ini nyaris sesuai dengan ekspektasi ekonom.

Rata-rata Jobless Claims dalam kurun waktu empat minggu terakhir naik 2,750 klaim menjadi 225,500 hingga pekan lalu. Meski mengalami kenaikan, tren jangka menengah secara keseluruhan menunjukan penurunan secara signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pasar tenaga kerja AS semakin sehat sepanjang tahun ini, hal itu dapat dibuktikan dari tingkat pengangguran yang terus menurun hingga berada di bawah level 4.0 persen. Selain itu, PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) masih sangat rendah di tengah tanda-tanda kekurangan pekerja di semua sektor ekonomi. Rilis data JOLTs pada hari Selasa lalu menunjukan terdapat 6.7 juta lowongan kerja yang terbuka pada bulan April, dengan jumlah orang yang menganggur per lowongan turun 0.1 persen menjadi 0.9 persen di bulan Maret.

 

Dolar AS 'Mengalah' Terhadap Euro

Dalam sesi perdagangan hari Kamis, rilis Jobless Claims tak banyak mempengaruhi pergerakan Dolar AS. Greenback justru tertekan oleh Euro, lantaran Investor menyikapi kabar dini mengenai pengurangan stimulus ECB secara positif. Selain itu, aksi sell-off aset-aset safe haven dan Yields Treasury AS mendorong arus modal beralih menuju aset berisiko. Kembalinya Risk Appetite mendorong harga saham dunia menyentuh level High tiga setengah pekan.

Pada pukul 20:12 WIB, pair EUR/USD naik dan diperdagangkan di kisaran 1.1820 – 1.1840. Reli Euro pekan ini dapat sedikit menghapus kerugian akibat pelemahan terhadap Dolar AS dalam beberapa minggu sebelumnya.




283983

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.