JPMorgan: Beli 4 Mata Uang Ini Saat Resesi Akibat Perang Dagang

Jika resesi global mulai terbentuk gara-gara perang dagang, maka ini saatnya untuk membeli Franc Swiss, Dolar Singapura, Dolar AS, dan Yen Jepang.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Jika resesi global mulai terbentuk gara-gara perang dagang, maka ini saatnya untuk membeli Franc Swiss, Dolar Singapura, Dolar AS, dan Yen Jepang; serta menyingkirkan mata uang-mata uang negara berkembang. Pernyataan tersebut diutarakan oleh para analis JPMorgan Chase & Co dalam sebuah catatan yang dikutip dari Bloomberg, Senin (09/Juli) kemarin.

 

jpmorga

 


"Resesi adalah ketika kreditur ramai-ramai meminta uangnya kembali," kata Paul Meggyesi salah seorang analis tersebut. "Tiga dari empat mata uang yang perlu dimiliki selama resesi adalah mata uang-mata uang negara yang posisi eksternalnya sangat kuat dan membanggakan."


 

Alasan Pembelian Mata Uang Tersebut

Yen merupakan mata uang safe-haven paling murah yang dapat digunakan sebagai hedging dalam kondisi resesi. Sedangkan Dolar Singapura adalah yang tingkat daya tariknya paling bawah.

Sementara itu, Dolar AS dianggap bermanfaat karena fungsinya sebagai mata uang default. Seluruh dunia perlu mem-buyback Dolar saat bank-bank dan perusahaan ter-deleverage selama resesi. Pakar forex JPMorgan mengatakan, Greenback telah menampilkan performa yang mengesankan dalam beberapa bulan terakhir seiring dengan peningkatan gejolak perdagangan.

Mata uang-mata uang negara berkembang sangat jelas untuk tidak dibeli karena sangat rentan terhadap perlambatan. Perkiraan rata-rata penurunannya bahkan sampai 17 persen dalam dua tahun awal resesi. Dolar New Zealand saja, yang sejauh ini masih merupakan mata uang G10 (meski yang berperforma terburuk), diperkirakan akan jatuh sekitar 7-9 persen dalam resesi.

 

Sebagai Bentuk Antisipasi Saja

Walaupun demikian, tim analis tersebut memberikan catatan bahwa pembicaraan mengenai resesi untuk saat ini masih prematur. Terutama untuk pekan ini (9-13 Juli 2018), dimana penguatan Dolar AS masih rapuh dan performa Euro cukup apik. Namun, mereka tetap menyimpulkan bahwa cukup masuk akal untuk menyusun tinjauan rencana secara garis besar demi mengantisipasi peningkatan tensi konflik dagang global sewaktu-waktu.


284369

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.