Klaim Pengangguran AS Naik Lewati Estimasi, Greenback Melemah

Unemployment Claims AS menunjukkan pertambahan 245,000 untuk perhitungan yang berakhir hingga 23 Desember. Jumlah itu sama dengan klaim pekan sebelumnya.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Jumlah warga AS yang mengajukan klaim kehilangan pekerjaan bertambah melebihi ekspektasi sepanjang  minggu lalu, menurut laporan Jobless Claims yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja pada hari Kamis (28/Desember) di awal sesi New York. Klaim bertambah 245,000 untuk perhitungan yang berakhir hingga 23 Desember. Jumlah itu sama dengan klaim pekan sebelumnya, namun sedikit lebih tinggi dibandingkan ekspektasi ekonom sebesar 240,000 klaim.

Klaim Pengangguran AS Naik Lewati

 

Sejak pertengahan Oktober hingga di penghujung tahun 2017, klaim pengangguran Negeri Paman Sam naik turun di kisaran 223,000 hingga 252,000; mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja AS kokoh. Rilis data Jobless Claims AS malam ini menjadi pekan ke-147 secara beruntun klaim pengangguran berada di bawah 300,000 yang merupakan ambang batas kesehatan pasar tenaga kerja.

Klaim pengangguran yang stabil di level rendah, diikuti oleh pertumbuhan lapangan kerja telah mendorong The Fed melakukan Rate Hike sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2017. Tingkat pengangguran yang berada stabil di level 4.1 persen menjadi bukti kokohnya perekonomian AS, meski terdapat hambatan seperti tingkat inflasi yang konsisten di bawah target 2 persen.

Sementara itu, rerata bergerak (moving average) empat pekan untuk klaim pengangguran AS menunjukkan terjadi kenaikan sebesar 1,750 menjadi 237,750. Salah satu faktor yang mendorong kenaikan klaim pengangguran AS adalah prosedur perhitungan di Virgin Island, Puerto Rico, dan wilayah kepulauan AS lainnya yang sudah pulih setelah sempat tersendat akibat diterjang badai pada September lalu.

Pasca laporan data Jobless Claims mingguan AS, pergerakan Greenback di awal sesi New York malam ini masih mendapat tekanan versus major currency. Greenback terlihat melemah terhadap hampir semua mata uang utama seperti Euro, Sterling, Yen dan Franc Swiss. Pelemahan Greenback sepanjang sesi perdagangan hari Kamis terlihat dari pergerakan Indeks Dollar (DXY) pada pukul 21:45 WIB berada di level 92.65, atau turun 0.41 persen.



281672

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.