Kondisi Bisnis Australia Memburuk Di Bulan April 2019

Menurut hasil survei NAB, kondisi bisnis di Australia mengalami penurunan yang cukup signifikan dari bulan sebelumnya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pada hari Selasa (14/5), lembaga riset bisnis NAB merilis indeks Business Survey Australia yang berada di level +3 pada bulan April, turun sebanyak 4 poin dari level bulan Maret yang mencapai +7. Penurunan kondisi bisnis negeri Kanguru kali ini dipicu oleh pelemahan di semua komponen, seperti indeks ketenagakerjaan yang mengalami penurunan sangat tajam hingga jatuh ke -1, juga indeks perdagangan dan profitabilitas yang masing-masing turun sebanyak 4 poin.

Indeks bisnis Australia

Sementara itu, indeks kepercayaan bisnis (Business Confidence) Australia naik tipis ke level 0, setelah pada bulan Maret memasuki area negatif di -1. Meski mengalami sedikit kenaikan, kepercayaan bisnis Australia sejatinya masih berada di bawah rata-rata dalam 7 bulan terakhir.

Menurut Alan Oster, Kepala Ekonom NAB, "Bangkitnya kondisi bisnis di bulan Maret ( mencapai +7 poin) hanya bersifat sementara, sesuai dengan perkiraan kami sebelumnya. Hal ini terjadi karena pelemahan di beberapa indikator penting seperti indeks ketenagakerjaan, yang diakui untuk pertama kalinya menunjukkan tanda-tanda perlambatan."

"Kami akan terus memantau indeks ketenagakerjaan pada bulan mendatang, untuk menilai apakah perlambatan di bulan April merupakan sinyal (penurunan) yang berkelanjutan. Menurut pandangan kami, perlambatan pertumbuhan pada Indeks ketenagakerjaan berarti tidak ada kemajuan lebih lanjut untuk mengurangi tingkat pengangguran," lanjut Oster.

 

AUD/USD Masih Tertekan

Pada pukul 07:00 WIB hari ini, Dolar Australia sempat menguat 0.20 persen hingga menyentuh 0.69587 di time frame H1. Namun indikasi pelemahan yang terpancar pada rilis indeks bisnis Australia di atas, kembali menekan AUD/USD hingga pair ini kembali melemah ke level 0.69515.

NAB : Kondisi Bisnis Australia Bulan

Sentimen bearish masih mendominasi pergerakan Dolar Australia terhadap USD, karena perang dagang AS-China yang kembali berkecamuk memicu aksi penghindaran risiko pasar. Dolar Australia yang merupakan mata uang komoditas dan dikenal berisiko lebih tinggi pun terkena dampak aksi sell-off dalam beberapa hari terakhir.

288504

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.