Korea Selatan Berharap Aktivitas Trading Kripto Kembali Normal

Pemerintah Korsel menunjukkan tanda-tanda dukungan terhadap trading kripto. Hal ini langsung disambut positif oleh para trader Bitcoin Korsel.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Setelah disibukan dengan proses pembuatan sistem baru yang melibatkan penghapusan anonimitas pada aktivitas jual beli aset kripto, pemerintah Korea Selatan akhirnya mulai melunak. Keputusan tersebut seolah menjadi sinyal positif bagi trader kripto, setelah pada bulan sebelumnya dicemaskan oleh ancaman larangan jual beli kripto di Negeri Ginseng tersebut.

 

 Korea Selatan Berharap Aktivitas

 

Media setempat, Yonhap News, mengungkap pernyataan Choe Heung-sik (Gubernur Financial Supervisory Service) tentang keinginan pemerintah untuk kembali mendukung aktivitas jual beli aset kripto. Dalam pertemuan dengan perwakilan bursa kripto, Choe mengkonfirmasi bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak bank untuk memfasilitasi proses deposit dan penarikan dana dari bursa kripto.

Pernyataan dari petinggi Regulator keuangan Korsel tersebut membawa angin segar bagi komunitas trader kripto di sana, setelah beberapa waktu lalu harus dicemaskan oleh risiko penutupan dan larangan aktivitas jual beli aset kripto. Keputusan tersebut langsung disambut positif, terlihat dari tingginya volume perdagangan kripto Korsel dalam beberapa hari terakhir.

 

Bitcoin Sukses Tembus 11,000 USD

Kenaikan permintaan terhadap Bitcoin dan AltCoins pasca mendapat 'suntikan' baru dari pemerintah Korsel tercermin dalam tabel berikut:

Korea Selatan Berharap Aktivitas

Berdasarkan data yang bersumber dari Coinmarketcap, permintaan (demand) Bitcoin dari pasar Korea Selatan meningkat secara signifikan. Hal itu terlihat dari volume bursa kripto terbesar seperti UpBit dan Bithumb, untuk pair BTC/KRW yang menyumbang 7.30 persen dari volume perdagangan kripto global.

Pasar Korsel berkontribusi cukup besar terhadap market kripto global, sehingga kembalinya para 'pemain' dari Negeri Gingseng sedikit banyak mendorong harga Bitcoin menembus 11,000 USD, yang merupakan level tertinggi sejak akhir Januari lalu.  Sebagai informasi, Bitcoin sempat menyentuh level 11,776 USD per unit pada sesi perdagangan hari Selasa (20/2) kemarin.

Naiknya harga BTC juga diikuti oleh sebagian besar Top 10 Kripto yang tersusun menurut kapitalisasi pasar. Salah satu contohnya adalah Litecoin (LTC) yang mencatatkan gain +32.04 persen dalam tujuh hari terakhir. Kenaikan secara signifikan lainnya juga terlihat pada Bitcoin Cash (+12.31 persen) dan Dash (+12.47 persen) dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Pada saat berita ini diturunkan, Bitcoin berada di level 10,914 USD per unit (-4.72 persen). Meski terjadi pelemahan dalam 24 jam terakhir, harga mata uang kripto itu masih membukukan kenaikan sebesar (+28.56 persen) dalam jangka waktu sepekan ke belakang.

282458

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.