Advertisement

iklan

KREN: Tambah Likuiditas Dengan Pecah Saham 1:5

Rencana PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) untuk melakukan pecah saham (stock split) telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Langkah ini ditempuh oleh perusahaan KREN untuk mendorong likuiditas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Rencana PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) untuk melakukan pecah saham (stock split) telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Langkah ini ditempuh oleh perusahaan KREN untuk mendorong likuiditas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

 

Kresna

 

KREN merupakan salah satu emiten yang pernah menjadi top gainer di BEI pada akhir tahun 2015 lalu dengan harga saham emiten KREN ditutup dengan harga Rp 2,120 dari Rp 486 per saham, mengalami peningkatan sebesar hampir 336.21 persen.

Direktur Utama PT Kresna Graha Investama Tbk, Michael Steven menyatakan, perusahaan yang saat ini dipimpinnya menginginkan agar saham beredar bisa bertambah lebih banyak lagi agar tingkat likuiditas dari saham KREN bisa lebih meningkat. Oleh karenanya, untuk menambah likuiditas saham KREN ini, perseroan dan RUPST sudah sepakat untuk melakukan pecah saham (stock split) dengan rasio 1:5.

Disamping itu, Michael Steven juga menambahkan bahwa sebagian besar investor asing saat ini banyak yang mulai mengoleksi saham KREN. Disamping itu, Michael Steven juga menjelaskan bahwa pihak perusahaan KREN berharap dengan melakukan pecah saham (stock split), jumlah penanaman modal asing di PT Kresna Graha Investama terus bertambah. Selain itu, pecah saham nantinya juga mampu mendorong jumlah pemegang saham dan investor ritel untuk bisa meramaikan lagi bursa saham dalam negeri dengan mudah memanfaatkan saham KREN.

Tak hanya itu saja, upaya dan langkah stock split juga beriringan dengan harapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperbanyak serta meningkatkan jumlah para investor dan pelaku pasar modal.

265461

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.