Kurs Rupiah Menguat Akibat Dolar Rentan Jelang Pemilu AS

Midterm Election atau Pemilu Parlemen AS yang dijadwalkan hari ini, membuat kondisi Dolar AS rentan. Para investor menjual Dolar AS mereka sehingga Rupiah pun menguat.

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Nilai tukar Rupiah menguat di sesi perdagangan Selasa (06/November) pagi ini. Penguatannya bahkan menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan mata uang-mata uang lain di Asia, yakni mencapai 0.31 persen. Menyusul Rupiah, Won Korea Selatan menguat 0.15 persen, sementara Peso Filipina naik 0.08 persen.

Menurut Kurs Referensi Forex JISDOR BI, nilai tukar Rupiah hari ini berada di level Rp14,891 per USD, menguat dibandingkan kemarin di harga Rp14,972. Sementara itu, menurut kurs Rupiah spot Bloomberg, Rupiah diperdagangkan di angka Rp14,861.500 per USD, menguat 0.77 persen daripada harga penutupan sesi sebelumnya di harga Rp14,976.500 per USD.

 

Penguatan Rupiah Hanya Sedang Memanfaatkan Lemahnya Dolar

Midterm Election atau Pemilu Parlemen AS yang dijadwalkan hari ini, membuat kondisi Dolar AS rentan. Para investor menjual Dolar AS mereka sehigga Rupiah pun menguat.

rupiah

Survei opini menyebutkan bahwa Partai Demokrat akan kembali memenangi kursi House of Representatives AS. Sedangkan Partai Republik masih akan mendominasi Senat. Hasil dari pemilu parlemen AS dapat memengaruhi potensi lolosnya proposal agenda-agenda ekonomi pemerintahan Trump yang belum rampung.

"Dengan kondisi tersebut, pergerakan Rupiah menguat karena Dolar AS melemah," kata Analis CSA Research Institute, Reza Priyambada. "Diperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.983-14.969," imbuhnya.

 

Kuatnya PDB Indonesia Belum Cukup Tunjang Rupiah

Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Indonesia untuk kuartal ketiga tahun ini dilaporkan tumbuh 5.17 persen, lebih tinggi daripada ekspektasi di 5.15 persen. PDB Indonesia kuartal kedua malah lebih mengesankan, yakni mencapai 5.27 persen atau tertinggi selama pemerintahan Jokowi sejak tahun 2014.

Sayangnya, kuatnya PDB Indonesia ini belum cukup untuk menopang Rupiah menguat lebih jauh lagi terhadap Dolar AS. Justru, PDB kuartal selanjutnya diperkirakan akan turun lagi gara-gara lemahnya Rupiah.

"Menurut kami, pertumbuhan akan cenderung lebih lambat dalam beberapa waktu ke depan karena terdampak oleh melemahnya Rupiah," kata Fakhrul Fulvian, ekonom Trimegah Securities yang berbasis di Jakarta.

286045

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


24 Sep 2019