Laju Inflasi Inggris Sesuai Target, Takkan Pengaruhi BoE Besok

Poundsterling berupaya mencatat kenaikan dua hari beruntun versus Dolar AS dalam perdagangan hari ini, seusai rilis data inflasi Inggris.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Poundsterling berupaya mencatat kenaikan dua hari beruntun versus Dolar AS dalam perdagangan hari ini (19/Juni). Saat berita ditulis, pasangan mata uang GBP/USD telah mencetak kenaikan harian sebesar 0.16 persen di kisaran 1.2578, meski masih dekat kisaran terendah sejak Desember 2018. Stabilitas Sterling tak lepas dari mulai meredanya gejolak politik Inggris, serta publikasi data inflasi konsumen yang sesuai ekspektasi menjelang digelarnya rapat kebijakan moneter besok.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via TradingView

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa laju inflasi konsumen Inggris yang tercermin dalam angka Consumer Price Index (CPI) mengalami peningkatan 2.0 persen (Year-on-Year) pada bulan Mei 2019. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pencapaian 2.1 persen pada periode sebelumnya, tetapi masih selaras dengan estimasi pasar dan kisaran target yang ditentukan oleh bank sentral Inggris (Bank of England/BoE).

Sementara itu, indikator inflasi lainnya justru mengarah pada tetap tingginya tekanan kenaikan harga-harga di Inggris. Data Core CPI -yang tidak memperhitungkan harga produk volatile- tercatat meningkat 1.7 persen (Year-on-Year), atau lebih tinggi dibandingkan estimasi yang dipatok pada 1.6 persen saja.

"Ke depan, inflasi CPI kemungkinan akan turun ke bawah target 2 persen dalam beberapa bulan mendatang, merespons jatuhnya kembali harga minyak ke USD62 dan rencana penurunan harga listrik dan gas pada bulan Oktober. Meski demikian, perubahan harga impor dan harga produsen yang lampau mengindikasikan bahwa baik inflasi kelompok barang inti maupun inflasi makanan bisa naik lebih lanjut, kemungkinan masing-masing ke 1.0 persen dan 1.5 persen pada musim gugur," ujar Samuel Tombs, seorang ekonom Inggris dari Pantheon Macroeconomics.

Dalam kaitannya dengan rapat kebijakan moneter BoE, ia menambahkan, "Sementara itu, (proyeksi) inflasi yang hanya sedikit di bawah target kemungkinan tidak akan membuat MPC (dewan pengambil kebijakan BoE -red) untuk membatalkan keinginannya guna meningkatkan suku bunga lebih lanjut, dikarenakan tren kenaikan inflasi domestik yang masih terus berlangsung."

Ke depan, pelaku pasar juga akan mengamati pernyataan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) yang bakal dirilis esok dini hari. Nuansa dovish atau hawkish yang diekspresikan oleh Fed bisa memengaruhi pergerakan semua pasangan mata uang mayor, termasuk GBP/USD.

288884

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.