OctaFx

iklan

Market Cap Kripto Global Naik, Bitcoin Justru Anjlok Di Bawah 8,000 USD

Harga Bitcoin menurun tajam pada sesi perdagangan hari Senin (5/Februari) hingga berada di bawah $8,000 per unit, setelah sempat recovery hingga kisaran $9,400an akhir pekan lalu.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Harga Bitcoin menurun cukup tajam pada sesi perdagangan hari Senin (5/Februari) hingga berada di bawah $8,000 per unit, setelah sempat recovery hingga kisaran $9,400an akhir pekan lalu. Penurunan Bitcoin juga diikuti oleh sebagian besar Alt-Coin utama seperti Ethereum, Ripple dan Bitcoin Cash.

 

Market Cap Kripto Global Naik, Bitcoin

 

Pada saat berita ini ditulis, Kurs Bitcoin berada di level $7,637 atau melemah 12 persen dalam kurun 24 jam terakhir. Tidak hanya itu saja. Penurunan cukup dalam juga terjadi pada Ethereum (ETH) yang turun 14.2 persen, Ripple (XRP) turun 16.45 persen, dan Bitcoin Cash (BCH) turun 13.6 persen. Dari daftar Top 10 Kriptocurrency terbesar menurut kapitalisasi market, Cardano (ADA) mengalami penurunan terbesar dalam 24 jam terakhir yakni sebanyak 19.3 persen.

Di tengah penurunan harga aset kripto dalam beberapa hari terakhir, ternyata tidak sejalan dengan Total Market Value dari seluruh kripto secara global yang mencatatkan sedikit kenaikan, pulih setelah sempat terperosok hingga $348 Milyar saat Bitcoin anjlok hingga $7972 pada tanggal 2 Februari. Kini kapitalisasi seluruh kripto menanjak hingga berada di angka $363 Milyar dilansir dari Coinmarketcap (BTC Rate = $7460).

Angka kapitalisasi market kripto yang sedikit meningkat itu di tengah terjadinya penurunan besar pada Bitcoin, tidak terlepas dari semakin banyaknya jenis kripto yang terbentuk hingga saat ini. Tercatat ada sebanyak 1,513 jenis aset kripto di seluruh dunia, naik signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

 

China Batasi Akses Ke Bursa kripto Asing

Kiprah Bitcoin dan AltCoin di awal tahun 2018 tampaknya mendapat banyak rintangan, setelah Korea Selatan yang mengatur secara ketat aktivitas perdagangan kripto dengan menerapkan sistem baru dengan menghilangkan aspek anonim pada perdagangan kripto, lalu diikuti oleh India yang mencoba menjegal kehadiran kripto di Negera dengan populasi terbesar kedua dunia tersebut, kabar mengejutkan kini datang lagi dari China yang mencoba membatasi akses terhadap bursa kripto yang berasal dari luar China.

Sebuah laporan bersumber dari lama Financial News –media yang disebut sebut terkait dengan Bank Sentral China – menyebutkan bahwa pihak berwenang setempat kembali meningkatkan tindakan keras dengan membatasi akses terhadap Bursa Kripto asing.

"Untuk mencegah resiko finansial, China akan meningkatkan langkah langkah untuk menghapus platform perdagangan baik domestik maupun 'offshore' yang terkait dengan perdagangan kripto maupun ICO", demikian dilansir dari South China Morning Post.

Selain itu, Pemerintah China kini juga sedang menargetkan situs Bursa Kripto luar negeri yang melayani pengguna lokal (Warga Negera China), menyusul banyak warga China yang beralih ke Bursa Kripto luar negeri sebagai dampak larangan kripto dan ICO tahun 2017 lalu.

282223

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.