Advertisement

Meeting Minutes: ECB Kurangi Stimulus, Euro Menanjak

   By: Nafier Khan    view: 790   Berita Forex

Seputarforex.com - Euro melonjak terhadap Dolar setelah European Central Bank (ECB) menyatakan akan mengurangi program stimulus moneternya, Kamis lalu. Pernyataan yang termuat dalam Notulen Rapat bulan Desember ini memberikan ekspektasi ke pasar bahwa era "dovish stance" akan segera berakhir dan normalisasi kebijakan akan segera dimulai, meskipun program stimulus tetap akan berlanjut hingga akhir 2018.

Dengan melihat kondisi Eropa yang mengalami pertumbuhan terbaiknya dalam satu dekade, ECB menilai perlu mengurangi program stimulusnya agar tidak terlalu ekspansif dalam menggelontorkan dana ke obligasi, sehingga overgrowth (pertumbuhan yang terlalu cepat) pun dapat dihindari. ECB bahkan mungkin akan menaikkan suku bunga acuan jika diperlukan.

 

ECB Building Office

 

Pandangan berbagai analis mengenai Notulen Rapat (Meeting Minutes) ECB tersebut cenderung mendukung Euro. 

"Ini tentu saja pertemuan yang hawkish", kata Karl Schamotta, direktur produk global dan strategi pasar Cambridge Global Payments, Toronto. "Ini sudah lama diperkirakan para analis, bahkan pertemuan ini membahas lebih detail lagi mengenai bagaimana bank akan membuat panduan baru lagi, karena mereka akan mengubah kebijakan yang tidak konvensionalnya (pembelian obligasi)." Lanjutnya.

"Dengan melihat kondisi perekonomian Eropa yang semakin membaik, seharusnya ini bukan pertemuan yang mengejutkan. Tetapi bagaimanapun juga pertemuan ini memberikan keyakinan pada mata uangnya, Euro." kata Neil Wilson, analis ETX Capital.

 

USD Tertekan Rendahnya Inflasi Produsen

Euro naik signifikan terhadap mata uang lawannya, setelah rilis notulen pertemuan ECB ini. EUR/USD naik 122 pips ke titik tertinggi 1.2058 pada sesi Amerika. Sementara itu, EUR/JPY naik 70 pips ke level 134.00, dan EUR/GBP naik 48 pips menembus level 0.8911.

Di sisi lain, USD jatuh terhadap mata uang lawannya menyusul rendahnya angka inflasi produsen. Producer Price Index (PPI) AS bulan Desember dilaporkan turun 0.1 persen, setelah mencatatkan kenaikan 0.4 persen di dua bulan sebelumnya. DXY (Indeks USD) jatuh 0.1 persen ke 91.798, hanya sedikit lebih tinggi dari titik terendah tahun ini yang berada di kisaran 91.751.

281912

Sedikit Diatas Ekspektasi, Jobless Claims Mingguan AS Turun Tipis Sedikit Diatas Ekspektasi, Jobless Claims Mingguan AS Turun Tipis
By Pandawa, 19 Apr 2018, In Berita Forex, View 150
Rata rata pengerakan (moving average) selama empat pekan yang sering digunakan untuk mengukur trend Jobless Claims AS meningkat sebesar 1,250 klaim menjadi 231,250 klaim
Inflasi Inggris Jeblok, Pounds Merosot Nyaris 1 Persen Inflasi Inggris Jeblok, Pounds Merosot Nyaris 1 Persen
By A Muttaqiena, 18 Apr 2018, In Berita Forex, View 543
Data inflasi Inggris merosot ke terendah dalam setahun, sehingga memangkas kemungkinan suku bunga dan mendorong Poundsterling Merosot.
Dolar AS Menguat Versus Yen Didukung Perundingan Damai Korea Dolar AS Menguat Versus Yen Didukung Perundingan Damai Korea
By A Muttaqiena, 18 Apr 2018, In Berita Forex, View 539
Pergerakan harga dipengaruhi Dolar AS yang menguat, antisipasi pasar di tengah upaya perundingan damai Korea, serta masih lesunya data ekonomi Jepang.
EUR/USD Jatuh Pasca Laporan ZEW Jerman EUR/USD Jatuh Pasca Laporan ZEW Jerman
By N Sabila, 17 Apr 2018, In Berita Forex, View 496
Jerman mengalami penurunan kepercayaan ekonomi, dengan indeks ZEW yang melorot ke minus 8.2 pada bulan April, terendah sejak bulan November 2012.
EUR/USD Ambles Di Awal Sesi Eropa Meski Draghi Komentar Positif EUR/USD Ambles Di Awal Sesi Eropa Meski Draghi Komentar Positif
By N Sabila, 12 Apr 2018, In Berita Forex, View 694
Euro stabil setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa kebijakan bea impor AS-China tak akan langsung memengaruhi Zona Euro.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 1068
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
Topik Berita Forex

SHARE:

SHARE:

 

Topik Berita Forex