Microsoft Manfaatkan Blockchain Untuk Lindungi Privasi Pengguna

Blockchain memungkinkan Microsoft untuk membangun DID yang bisa melindungi identitas pengguna dari penyalahgunaan di luar kendali user.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dunia yang kita tinggali saat ini sedang mengalami transformasi, khususnya di lingkup teknologi digital. Dengan semakin banyaknya kemajuan yang muncul, banyak celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Salah satunya adalah pencurian dan penyalahgunaan data diri para pengguna internet, seperti email dan informasi kontak lainnya. Sehingga, dibutuhkan suatu sistem yang benar-benar bisa menjamin privasi dan keamanan identitas di dunia digital.

 

Microsoft gunakan Blockchain

 

Masalah ini tidak hanya disebabkan oleh para pelaku, tetapi juga karena ketidaksadaran para pengguna internet akan risiko persetujuan (agreement) yang mereka berikan pada pengelola situs ataupun aplikasi online. Jika sampai jatuh ke pihak tak bertanggung jawab, persetujuan ini melancarkan jalan para pencuri identitas pribadi untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi, serta menggunakannya di luar kendali pengguna. Salah satu akibat yang paling sering terjadi adalah, pengguna internet menjadi target iklan tanpa persetujuan mereka.

Memang jika dirasakan, iklan tidak terlalu berbahaya bagi pengguna. Namun jika ditelisik lebih dekat, ancaman lain dari penyalahgunaan identitas dapat muncul. Bayangkan jika data diri Anda dijual bukan hanya untuk menjadi target iklan, tapi juga untuk memuluskan suatu tindak kejahatan.


Blockchain Bantu Pembentukan Digital Hub

Dari kendala tersebut, Microsoft, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, mulai mencari solusi pengembangan teknologi Identitas Digital Terdesentralisasi dengan Blockchain. Microsoft membangun suatu sistem yang disebut dengan "Digital Encroachment and Microsoft’s Incubator" untuk menambah keamanan, mengurangi tingkat kejahatan cyber, serta memastikan identitas digital individu dengan privasi yang terjaga ketat.

Tim Microsoft menganalisis sistem penyimpanan terdesentralisasi, protokol konsensus, dan menyimpulkan bahwa teknologi di balik Bitcoin dan mata uang kripto lain, Blockchain, adalah yang paling sesuai untuk memungkinkan Decentralized IDs (DID). Tujuan utama diciptakannya DID adalah untuk membuat Digital Hub (ID Hubs). Teknologi tersebut memungkinkan aplikasi digital untuk menyimpan data pengguna, hanya dalam batas-batas privasi yang berada di bawah kontrol pemilik identitas. Artinya, developer aplikasi tidak dapat menggunakan identitas pengguna untuk hal-hal yang berada di luar kontrol user.

ID Hubs memungkinkan aplikasi dan layanan untuk menayangkan iklan, hanya kepada orang-orang yang mengizinkan tampilan iklan untuk tampil di perangkat mereka. Teknologi ini juga lebih memastikan keamanan Identitas yang tersimpan. Dengan demikian, pengguna juga akan merasa lebih nyaman dan leluasa dalam memberikan identitas, tanpa dibayangi rasa khawatir akan penyalahgunaan untuk hal-hal ilegal.

282419

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.