Advertisement

Minat Risiko Ekstrim, Inflasi Produsen Gagal Dukung Aussie

   By: A Muttaqiena    view: 436   Berita Forex

Seputarforex.com - Pada awal sesi Asia hari Jumat pagi ini (2/Februari), Dolar Australia merosot terhadap Greenback di tengah antisipasi rilis data Nonfarm Payroll (NFP) Amerika Serikat nanti malam, meskipun data Inflasi Produsen (Producer Price Index/PPI) menunjukkan peningkatan lebih besar dibanding ekspektasi. Pasangan mata uang AUD/USD terpantau -0.37% ke 0.8008 saat berita ditulis, melanjutkan penurunan yang sudah berlangsung sejak 29 Januari lalu. Menurut analis, hal ini berhubungan dengan harga komoditas, Indeks Dolar AS, dan minat risiko pasar yang semuanya berada dalam kondisi ekstrim.

Dolar Australia

 

Antisipasi NFP AS Nanti Malam

Tadi pagi, Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa Inflasi Produsen di negeri Kanguru mengalami peningkatan dengan laju 0.6% QoQ pada kuartal IV/2017, lebih tinggi dari perkiraan yang dipatok pada 0.2%. Dalam basis tahunan, PPI juga naik ke 1.7% YoY dari 1.6% YoY di periode sebelumnya, walau awalnya diperkirakan akan menurun ke 1.2%.

Terlepas dari kabar gembira tersebut, AUD/USD tetap merosot. Sebagiannya disebabkan oleh antisipasi pasar menjelang rilis NFP dari Amerika Serikat nanti malam. Menurut survey Reuters, NFP diperkirakan meningkat ke 180,000 di bulan Januari 2018, lebih tinggi dari kenaikan 148,000 yang tercatat di bulan Desember. Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatannya terhadap sebagian mata yang mayor, menggeliat 0.05% ke 88.70 hari Jumat ini, setelah sempat mencapai low di 88.56 pada hari Kamis.

 

Penurunan Aussie Bisa Berlanjut?

Sejumlah pelaku pasar menilai pelemahan AUD/USD dalam beberapa hari terakhir semata koreksi, dan kelak akan bergerak lebih tinggi lagi. Namun, tim Strategi Forex dari ANZ Bank, salah satu bank terbesar di kawasan Antipodean, justru memperkirakan Dolar Australia terancam terus menurun.

Ada beberapa faktor yang dikutip ANZ Bank, sebagaimana dikutip oleh Business Insider. pertama, AUD sekarang berada pada korelasi ekstrim dengan harga komoditas, beta (sentimen risiko pasar), dan DXY, yang mana semuanya mengarah pada penguatan AUD. Apabila korelasi menurun dan perkara suku bunga kembali menjadi bahan perbincangan, maka AUD kemungkinan menurun.

Kedua, seandainya korelasi bertahan kuat, tim dari ANZ Bank memandang tetap ada risiko bagi harga komoditas untuk melandai, sentimen risiko untuk berkurang, serta bagi USD untuk kembali mencuat; karena semua faktor-faktor ini sekarang dalam kondisi ekstrim.

Indeks Sentimen Pasar Global versi ANZ

 

"Minat risiko —yang merupakan salah satu input penting dalam model USD dan penggerak AUD secara historis— juga nampak sangat meregang," katanya. Lebih lanjut lagi, "ketika melihat daftar penggerak AUD secara tradisional, semuanya antara mensinyalkan (AUD) harus lebih rendah atau trayeknya dalam risiko pembalikan."

Apakah ini artinya Dolar Australia akan merosot terus? Bukan demikian menurut ANZ Bank.

"Meskipun kami belum siap untuk mengatakan bahwa AUD berada di tepi penurunan berkelanjutan atau menguji siklus rendahnya, kami dengan pasti memperkirakan bahwa jika dibandingkan dengan Desember 2017 —ketika AUD diperdagangkan di sekitar 75 sen— Rasio Risk/Reward sudah bergeser dengan sangat drastis. Sementara AUD sekarang diperdagangkan dalam jarak 1 sen dari 'puncak' yang kami perkirakan, kami memilih untuk menggunakan (kemungkinan) penguatan ini untuk memasang ulang posisi short."

282198

Retail Sales Kanada Bulan Februari Naik, CPI Justru Melambat Retail Sales Kanada Bulan Februari Naik, CPI Justru Melambat
By Pandawa, 20 Apr 2018, In Berita Forex, View 60
Penjualan kendaraan bermotor seperti mobil dan toko toko barang umum menjadi faktor utama yang mendorong nilai Retail Sales Kanada dimana penjualan mengalami kenaikan pada 4 dari 11 sektor.
AUD/USD Turun Drastis, Menguras Habis Penguatan Kemarin AUD/USD Turun Drastis, Menguras Habis Penguatan Kemarin
By N Sabila, 20 Apr 2018, In Berita Forex, View 267
Kenaikan Yield obligasi AS berdampak pada menguatnya Dolar AS, sehingga menjadi beban yang cukup besar bagi Dolar Australia dan aset-aset yang lebih berisiko secara umum.
AUD/USD Naik Pesat, Hapus Loss Pasca Data Ketenagakerjaan Australia AUD/USD Naik Pesat, Hapus Loss Pasca Data Ketenagakerjaan Australia
By N Sabila, 19 Apr 2018, In Berita Forex, View 318
Pembukaan lapangan kerja di Australia bulan Maret sangat jauh di bawah ekspektasi, tetapi AUD/USD cepat pulih dari rilis mengecewakan tersebut.
Inflasi Inggris Jeblok, Pounds Merosot Nyaris 1 Persen Inflasi Inggris Jeblok, Pounds Merosot Nyaris 1 Persen
By A Muttaqiena, 18 Apr 2018, In Berita Forex, View 591
Data inflasi Inggris merosot ke terendah dalam setahun, sehingga memangkas kemungkinan suku bunga dan mendorong Poundsterling Merosot.
Dolar AS Menguat Versus Yen Didukung Perundingan Damai Korea Dolar AS Menguat Versus Yen Didukung Perundingan Damai Korea
By A Muttaqiena, 18 Apr 2018, In Berita Forex, View 563
Pergerakan harga dipengaruhi Dolar AS yang menguat, antisipasi pasar di tengah upaya perundingan damai Korea, serta masih lesunya data ekonomi Jepang.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 1076
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
Topik Berita Forex

SHARE:

SHARE:

 

Topik Berita Forex