Advertisement

iklan

Negosiasi Dagang AS-China Rawan, Dolar AS Tertekan

Dolar AS goyah kembali setelah CPI tak memuaskan dan negosiasi perdagangan AS-China tetap berlangsung alot.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Indeks Dolar AS (DXY) melandai sekitar 0.10 persen pada kisaran 96.90 dalam perdagangan hari Rabu ini, setelah rilis data CPI yang kurang memuaskan dan munculnya keraguan mengenai kesepakatan dagang AS-China pada hari Selasa. Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa, Dolar AS masih unggul versus Euro dan sejumlah mata uang komoditas, tetapi melemah terbatas terhadap Yen pada kisaran 111.35.

Indeks Dolar AS Daily

 

Core CPI Di Bawah Ekspektasi

Laju kenaikan Consumer Price Index (CPI) yang merupakan indikator utama inflasi di negeri Paman Sam, telah meningkat 0.2 persen (Month-over-Month) dalam bulan Februari, sesuai ekspektasi. Namun, Core CPI yang mengindikasikan tekanan inflasi dasar di luar harga-harga barang yang bersifat volatile, hanya naik 0.1 persen dalam bulan yang sama.

Hal ini menimbulkan kecemasan mengenai seberapa tinggi laju Core PCE Index yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan. Sebagaimana diketahui, Core PCE Index merupakan referensi inflasi utama yang digunakan oleh bank sentral AS (Federal Reserve) dalam pengambilan keputusan, baik mengenai outlook ekonomi umum maupun suku bunga.

 

AS Masih Bisa Naikkan Tarif Impor Atas Produk China

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer melontarkan komentar keras mengenai negosiasi perdagangan dengan China, dalam sebuah dengar pendapat dengan Senat AS pada hari Selasa. Menurutnya, sehubungan dengan minimnya kemajuan dalam negosiasi (belakangan ini), maka AS bisa jadi tetap akan menaikkan tarif impor atas produk-produk China.

"Harapan kami, kita berada pada pekan-pekan terakhir menjelang (tercapainya) sebuah kesepakatan," kata Lighthizer. Namun, ia mengungkapkan bahwa sejumlah isu krusial belum terselesaikan, dan "Jika masalah-masalah itu tak dipecahkan sesuai keinginan Amerika Serikat, maka kita takkan memiliki kesepakatan (apapun)."

"Fokus negosiasi dari sisi China adalah penghapusan (tarif impor). Jika itu adalah konsesinya, maka itu adalah sesuatu yang masih diperdebatkan," ujar Lighthizer.

Sebagaimana diketahui, China telah bersedia mengurangi tarif impor yang dikenakannya atas produk-produk AS, dengan ekspektasi AS juga memangkas tarif impor yang dikenakannya atas produk-produk China. Namun, keinginan pemerintah AS jauh lebih luas lagi, mencakup pula tuntutan agar China melakukan perubahan struktural; meningkatkan jaminan atas kekayaan intelektual, membuka pintu lebih luas untuk investasi asing, dan menghapus subsidi atas industri domestik.

287733

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


28 Feb 2019

22 Feb 2019