OctaFx

iklan

NFP AS Februari Menguat Di Level Tertinggi Sejak 2007

NFP AS Februari menguat melebihi ekspektasi, diiringi dengan tingkat pengangguran stabil di 4.1 persen. Akan tetapi, data upah justru mengecewakan harapan.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Ekonomi AS berhasil menambah lebih banyak pekerjaan di bulan Februari, mencatatkan rekor terbesar sejak 2007 di tengah partisipasi angkatan kerja yang melonjak. Namun laporan tingkat upah pekerja per jam berada di bawah ekspektasi, mengindikasikan tren gaji awal tahun belum begitu kokoh.

 

NFP AS Februari Melesat, Cetak Rekor



Non Farm Payroll yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja pada Jumat (9/Maret) menambah 313k pekerjaan baru selama Februari, jauh melampaui ekspektasi ekonom sebelumnya yang memprediksi Payroll bulan lalu akan bertambah 205k. Rilis NFP sebelumnya direvisi naik cukup signifikan dari 200k menjadi 239k.

 

Tingkat Pengangguran Tak Beranjak, Upah Pekerja Mengecewakan

Tingkat pengangguran AS tidak berubah pada tingkat 4.1 persen di bulan Februari. Padahal sebelum rilis, ekonom memprediksi tingkat pengangguran AS akan turun menjadi 4 persen. Perlu diketahui, sudah lima bulan secara beruntun Unemployment Rate berada dalam margin yang sama.

Dalam rilis terpisah, Departemen terkait juga mempublikasikan Average Hourly Earnings atau upah pekerja per jam untuk periode Februari, yang dilaporkan tumbuh 0.1 persen. Hasil ini menunjukkan pertumbuhan lebih lambat dibandingkan ekspektasi awal, yang memprediksi kenaikan 0.2 persen. Dalam basis tahunan, pertumbuhan upah pekerja mencapai 2.6 persen hingga bulan lalu, atau turun 0.2 persen dari pertumbuhan 2.8 persen YoY di bulan Januari.

 

NFP AS Menguat, Perlambatan Upah Dianggap Tak Signfikan

Laporan NFP malam ini menjadi bukti tak terbantahkan akan kondisi pasar tenaga kerja Negeri Paman yang semakin kokoh di awal 2018, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Meski rilis upah sedikit melambat, ekonom sepakat hal itu bersifat sementara dan sebagai dampak gejolak finansial yang terjadi bulan lalu.

"Semua faktor sudah muncul agar upah semakin naik, tetapi (upah naik) masih memerlukan waktu," ucap Ryan Sweet, ekonom Moody’s Analytics Inc di West Chester, Pennsylvania. Sebelum laporan dirilis, Ryan mengatakan jika ketenagakerjaan AS masih akan menemui sedikit hambata. "Ketika tingkat pengangguran AS semakin rendah, tekanan untuk data upah akan semakin meningkat," demikian menurutnya.

 

Menanti FOMC

Pembuat Kebijakan Fed hampir dapat dipastikan sepakat dengan wacana kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan tanggal 20-21 Maret mendatang, yang akan menjadi pertemuan FOMC pertama di bawah kepemimpinan Jerome Powell. Namun yang menjadi pertanyaan bagi sebagian besar pelaku pasar adalah, apakah pertinggi The Fed akan tetap mempertahankan proyeksi awal mereka untuk jadwal Rate Hike 2018 sebanyak tiga kali, atau justru mengubahnya menjadi empat kali? Hal ini mengingat inflasi diprediksi akan mencapai target 2 persen tahun ini.



282754

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.