Advertisement

iklan

NFP Jeblok, FED Dinilai Takkan Ubah Suku Bunga Juni

Anjloknya angka Nonfarm Payroll pada laporan Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat tadi malam menjegal greenback. Data tersebut, ditunjang dengan komentar dovish anggota FOMC Lael Brainard, membuat para analis di bank-bank forex dealer Wall Street memandang Federal Reserve takkan mengubah suku bunga pada rapat kebijakan moneter pertengahan bulan ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Anjloknya angka Nonfarm Payroll pada laporan Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat tadi malam (3/6) menjegal greenback. EUR/USD meroket nyaris dua persen, USD/JPY amblas ke level terendah dalam sekitar sebulan terakhir, sedangkan Indeks Dolar AS tumbang lebih dari 1.5% ke level rendah tiga minggu pada 93.97. Data tersebut, ditunjang dengan komentar dovish anggota FOMC Lael Brainard, membuat para analis di bank-bank forex dealer Wall Street memandang Federal Reserve takkan mengubah suku bunga pada rapat kebijakan moneter pertengahan bulan ini.

 

Dolar AS - ilustrasi

 

 

Gara-gara Mogok Karyawan Verizon

Nonfarm Payroll (NFP) bulan Mei hanya mengalami pertambahan sebesar 38,000. Itu jauh lebih sedikit ketimbang ekspektasi kenaikan sebesar 158,000, sekaligus merupakan angka NFP terburuk sejak September 2010 serta menumbuhkan keraguan tentang kekuatan ekonomi AS. Apalagi, angka NFP periode sebelumnya pun direvisi turun ke 123,000 dan rerata tiga-bulanan terjun dari dekat 200,000an ke 116,000 saja.

Biang kerok kejatuhan NFP kali ini diakibatkan oleh kemerosotan di sektor telekomunikasi yang mengalami penurunan sebesar 34,000 gara-gara mogok kerja serikat karyawan Verizon. Aksi mogok tersebut sudah berhasil diselesaikan pekan lalu, tetapi telah berlangsung selama enam pekan sebelumnya. Akibatnya, jumlah payroll pun terimbas signifikan. Turut memperburuk keadaan adalah masih lesunya industri manufaktur dan konstruksi, plus sektor jasa bantuan kerja temporer.

Dalam laporan yang sama dengan NFP, indikator lain nampak beragam. Tingkat pengangguran di AS tercatat berkurang dari 5% ke 4.7%, lebih baik dari ekspektasi 4.9%. Namun, tingkat partisipasi tenaga kerja memburuk dengan turun dari 62.8% ke 62.6% dan rerata gaji per-jam sesuai ekspektasi meningkat sebesar 0.2% MoM.

 

 

Tunda Perubahan Kebijakan

Menyusul laporan NFP, Euro yang awalnya diperdagangkan sideways terhadap Dolar AS langsung melesat untuk kemudian menetap di 1.1367. USD/JPY melorot ke 106.51, GBP/USD menanjak hingga 1.4529, USD/CHF terperosok sampai 0.9758, sedangkan USD/CAD melantai di 1.2942.

Lael Brainard

Anggota Dewan Gubernur Federal Reserve dan voting member FOMC 2016 Lael Brainard menyebut laporan ketenagakerjaan ini menyadarkan akan adanya berbagai risiko ekonomi. Dalam jamuan makan siang di Council of Foreign Relations, ia berkomentar, "Kita tak bisa menerima ketahanan pemulihan (ekonomi) kita begitu saja dengan yakin... Berbagai faktor mengindikasikan pasar tenaga kerja telah melambat."

Dalam kesempatan tersebut, Brainard secara tidak langsung mengingatkan rekan-rekannya di the Fed agar tak buru-buru menaikkan suku bunga dengan menyebutkan serentetan risiko lain. Menurutnya, bukan hanya permintaan dunia lemah, tetapi pasar bisa jadi akan bereaksi berlebihan jika FED bertindak, sehingga meningkatkan risiko perubahan kebijakan jika dilakukan sebelum ekonomi China dan Eropa pulih. Pertumbuhan global yang lambat di mata Brainard bisa membatasi sejauh mana dan seberapa cepat FED bisa bergerak. Selain itu, ia juga menyarankan agar menunda perubahan kebijakan hingga referendum Brexit selesai.

 

Tidak Mungkin Juni?

Senada dengan Brainard, bank-bank forex dealer utama di Wall Street pun menilai FED takkan merubah kebijakannya pada bulan Juni. Dalam polling Reuters tadi malam pasca rilis NFP, semua ekonom di bank-bank kawakan yang disurvei menyebutkan suku bunga akan tetap pada kisaran 0.25% saat rapat FOMC 14-15 Juni, meski mayoritas masih memperkirakan akan ada kenaikan sebesar 0.25 basis poin per akhir September.

Salah satu ekonom mengatakan, "Keyakinan kami telah menurun signifikan sejak pagi ini (waktu setempat)... Awalnya kami mengira kita berada dalam jalur yang tepat untuk kenaikan suku bunga pada bulan Juni, tetapi data ketenagakerjaan pagi ini mencabut kemungkinan tersebut. (Kenaikan suku bunga) itu bukannya tidak akan terjadi, tetapi nampaknya sangat tidak mungkin."

Median probabilitas kenaikan suku bunga Juni menurut hasil survei tersebut adalah 5 persen, sedangkan untuk masa setelah akhir Juni mencapai 34 persen. Ini mirip dengan probabilitas yang ditunjukkan oleh FedWatch milik CME Group dimana kemungkinan FED Rate Hike bulan Juni hanya 6 persen, tetapi Juli 33 persen.

265923

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


15 Jul 2019

18 Jul 2019