NZD/USD Menguat Resapi Kenaikan PMI Caixin Jasa China

NZD/USD menguat walaupun indeks GDT New Zealand turun drastis. Apiknya data PMI Caixin Jasa China lebih ditanggapi oleh pair mata uang tersebut.

iklan

Advertisement

iklan

simplefx

Seputarforex.com - Dolar New Zealand menguat terhadap Dolar AS di sesi Asia, Rabu (04/Jul) hari ini, mengabaikan penurunan indeks sebanyak 5 persen yang dicatatkan Global Dairy Trade (GDT). Kondisi ini terjadi setelah rilis PMI Caixin Jasa China dan perkembangan perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

 

nz-china

 

PMI Jasa China Meningkat, NZD/USD Acuhkan GDT New Zealand

Seperti Australia, New Zealand juga memiliki ketergantungan perdagangan yang tinggi terhadap China. Oleh sebab itu, perkembangan ekonomi China juga memengaruhi pergerakan Dolar New Zealand sebagai mata uang komoditas.

Pagi tadi, survei Caixin menghasilkan data yang menunjukkan kenaikan PMI Jasa (untuk bulan Juni) China ke level 53.9. Angka tersebut lebih tinggi daripada ekspektasi kenaikan ke level 52.7. Dikombinasikan dengan PMI Sektor Manufaktur, maka indeks PMI Gabungan (Composite) Caixin China mencetak level 53.0, yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan ekspektasi para ekonom.

New Zealand sebetulnya juga memiliki rilis data ekonomi lokal, yakni indeks GDT yang merupakan parameter performa penjualan produk olahan susu. Indikator yang memperlihatkan performa ekspor komoditas utama New Zealand itu mengalami penurunan sampai 5 persen, terbesar dalam tahun ini. Dalam lelang penjualan sebelumnya, indeks GDT juga turun sebanyak 1.2 persen.

Akan tetapi Dolar New Zealand lebih memilih untuk menanggapi data China, sehingga NZD/USD tetap menguat ke angka 0.6767, meninggalkan level rendah 0.6687 yang terbentuk kemarin.

nzdusd

 

Perkembangan Perang Dagang China Vs. AS

Trader Kiwi juga mengamati perkembangan perang dagang global. Saling blokir perusahaan terus terjadi antara China dengan AS jelang implementasi bea impor barang-barang China oleh AS pada hari Jumat nanti.

Setelah AS memutuskan untuk memblokir masuknya telepon seluler buatan China ke negaranya, China membalas dengan memblokir penjualan produk perusahaan AS, Micron Technology. Selain sebagai pembalasan, China juga gerah atas tuduhan pencurian IP komputer-komputer AS.

"Pasar akan terus mengantisipasi apabila ada solusi yang tercapai (antar AS dan China) pekan ini, menjelang ronde pertama penerapan bea impor AS besok lusa; dan (apakah) China akan menerapkan kebijakan balasan," kata Liz Kendall, pengamat ekonomi senior Bank ANZ.

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.