Advertisement

iklan

Optimisme Kesepakatan Brexit Kembali, Poundsterling Menguat

Penolakan Uni Eropa terhadap proposal Brexit PM May minggu lalu tak memupus optmisme akan tercapainya kesepakatan Brexit sebelum tenggat waktu.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Poundsterling naik di sesi perdagangan Selasa (25/Sep) sore ini, bersama dengan meningkatnya minat risiko dan ekspektasi akan kesepakatan Brexit. Para investor tampak mulai berani membeli Poundsterling setelah aksi jual besar-besaran minggu lalu.

 

brxt

 

Optimisme Pejabat Brexit Inggris Kuatkan Sterling

Walaupun proposal Brexit dari PM Theresa May mendapat penolakan dari Uni Eropa minggu lalu, Dominic Raab, Menteri Urusan Brexit masih berpandangan optimistis. Senin kemarin, Raab mengutarakan keyakinannya bahwa Inggris dapat membuat kemajuan dan menciptakan kesepakatan Brexit, meski pihaknya cuma memiliki waktu enam bulan sebelum hengkang secara resmi dari keanggotaan Uni Eropa.

Di awal sesi perdagangan London hari ini, GBP/USD naik ke level 1.13157, karena pada trader mulai mengakhiri short position mereka. Angka tersebut perlahan mulai meninggalkan level rendah 1.3067 yang tercapai akhir pekan lalu.

"Kita mulai melihat sebuah pergerakan dari London dan Brussels untuk kesepakatan Brexit, dan hal ini membantu menaikkan sentimen (beli Sterling)," kata manajer Portfolio Concept kepada Reuters.

gu

 

Goldman Sachs Memprediksi Pemulihan Sterling Dalam Jangka Panjang

Institusi dan bank internasional Goldman Sachs mengekspektasikan bahwa dalam jangka pendek, Poundsterling masih akan merefleksikan ayunan-ayunan yang menyertai kabar tentang Brexit. Bahkan jika ada sentimen buruk, bukan tak mungkin Pound akan turun drastis kembali.

Namun dalam jangka panjang, Goldman Sachs mengekspektasikan pemulihan nilai tukar Sterling masih cukup besar, karena kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Inggris dengan Uni Eropa masih cukup tinggi.

"Pada dasarnya, kami masih yakin kemungkinan tercapainya kesepakatan (Inggris dan Uni Eropa) berkisar 70 persen," kata Goldman Sachs. "Drama politik seputar proposal Chequers masih menjadi kabar utama yang mendominasi. Namun, kami yakin di detik-detik terakhir kesepakatan akan tercapai meski dengan rincian yang bersifat ambigu."

285446

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


19 Ags 2019

15 Jul 2019

1 Ags 2019