PALM: Optimalkan Investasi Dengan Jual Aset 2.7 Triliun

Perusahaan yang bergerak di bidang bisnis perkebunan kelapa sawit yaitu PT Provident Agro Tbk (PALM) menjual beberapa aset perkebunan senilai Rp 2.7 triliun.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Perusahaan yang bergerak di bidang bisnis perkebunan kelapa sawit yaitu PT Provident Agro Tbk (PALM) menjual beberapa aset perkebunan senilai Rp 2.7 triliun. Emiten berkode PALM tersebut menjual empat anak usahanya yang meliputi PT Global Kalimantan Makmur, PT Semai Lestari, PT Nusaraya Permai, dan PT Saban Sawit Subur ke PT Galanggang Maju Bersama dan PT Mandhala Cipta Purnama.

 palm

 

Direktur Utama PT Provident Agro Tbk, Tri Boewono menjelaskan, langkah perusahaan untuk menjual aset bukan merupakan transaksi afiliasi tapi aksi ini dilakukan agar hasil investasi perseroan lebih optimal.

 

Rencana Penggunaan Dana Hasil Jual Aset

Tri Boewono hingga saat ini belum menyebutkan dengan pasti terkait dengan rencana penggunaan dana hasil jual aset tersebut.Sebenarnya, empat anak usaha PALM masih mampu untuk mencatatkan perolehan laba bersih pada periode tahun 2015 lalu, seperti PT Global Kalimantan Makmur, perusahaan ini bisa mencetak laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 7.7 miliar dengan total aset hingga mencapai Rp 965 miliar.

Salah satu efek dari transaksi penjualan tersebut adalah menurunnya jumlah aset PALM hingga bulan April 2016 yakni menjadi Rp 4.6 triliun dari sebelumnya Rp 5.5 triliun. Akan tetapi, liabilitas jangka panjang perseroan diperkirakan akan berkurang ke Rp 1.5 triliun apabila dibandingkan dengan liabilitas sebelumnya yakni senilai Rp 2.2 trliun.

Sementara liabilitas untuk jangka pendek melandai ke Rp 595 miliar dari Rp 1 triliun. Bahkan, kinerja emiten PALM per bulan April tahun 2016 akan merangkak naik karena laba bersih meningkat.

268273

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.