Para Pejabat The Fed Proyeksikan Perlambatan Global

Dolar AS melemah karena sejumlah pejabat The Fed memperingatkan masalah perlambatan dalam Outlook pertumbuhan global di masa depan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com -  Dolar AS telah menguat selama setengah tahun lebih di tahun 2018 ini. Hal itu terjadi berkat The Fed yang berhasil menjaga komitmennya untuk mengetatkan moneter AS, didukung oleh penguatan ekonomi dan kenaikan upah. Namun, komentar beberapa pejabat The Fed membuat pasar kembali bertanya-tanya akan kelanjutan kebijakan bank sentral AS tersebut.

 

Pandangan Dovish Para Pejabat The Fed

Menurut Richard Clarida yang baru menjabat sebagai Wakil Ketua The Fed, pertumbuhan global kemungkinan akan melambat, dan itu bisa berkaitan dengan outlook ekonomi AS. Dalam wawancaranya dengan Fox Business, Presiden The Fed untuk wilayah Dallas, Robert Kaplan, juga mengungkapkan pandangannya bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi di Eropa dan China dapat berdampak pada perekonomian AS.

Selain itu, Pidato Ketua The Fed Jerome Powell minggu lalu sebenarnya juga menyebut adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Meskipun demikian, Powell menyatakan bahwa ekonomi AS masih cukup tangguh untuk terimbas oleh perlambatan tersebut.

dolar

Komentar-komentar pejabat The Fed di atas memunculkan spekulasi bahwa The Fed mungkin akan memperlambat laju pengetatan moneternya. Bank-bank besar bahkan telah memasang proyeksi pelemahan Dolar AS di akhir tahun ini.

"Pasar jelas menginterpretasikan pernyataan (para pejabat The Fed) tersebut sebagai pernyataan dovish. Namun, The Fed selalu bergantung pada data. Oleh karena itu, hal ini seharusnya bukanlah hal yang mengejutkan," kata Michael McCarthy, Kepala Ahli Strategi di CMC Markets.

Besok, Presiden The Fed untuk wilayah New York, John Williams, dijadwalkan akan berpidato. Para trader menunggu apakah ia akan mengangkat isu yang sama dengan para pejabat The Fed sebelumnya.

 

Dolar AS Masih Tertekan

Dolar AS melemah terhadap mata uang-mata uang mayor di sesi perdagangan Senin (19/November) siang ini, tetapi tampak mulai membatasi penurunnya. Secara umum, mata uang tersebut harus berjuang keras untuk kembali menguat.

Saat berita ini ditulis pada pukul 13:00 WIB, Indeks Dolar (DXY)--yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap mata uang-mata uang mayor--diperdagangkan pada level 96.57. Sedangkan USD/JPY tertahan di 112.775, setelah sempat turun tajam di sesi perdagangan hari Jumat.

uj

286221

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


5 Ags 2019

15 Jul 2019

1 Ags 2019