Advertisement

iklan

Pejabat RBA: Rate Cut Berfungsi Untuk Mendorong Perekonomian

Asisten Gubernur RBA, Christopher Kent, mengatakan bahwa suku bunga di level terendah seperti saat ini akan mendukung permintaan dan perekonomian di masa mendatang.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Pada hari Selasa (13/Agustus), Asisten Gubernur RBA, Christopher Kent, mengatakan bahwa dua kali pemotongan suku bunga (Rate Cut) berturut-turut ke level terendah akan memberikan dukungan tambahan bagi perekonomian Australia ke depan. Pernyataan tersebut terlontar saat Kent berbicara di Sydney pagi ini, dalam sebuah pidato bertopik "The Usual Transmission" dari kebijakan moneter dan kondisi keuangan.

Pejabat RBA : Pemotongan Suku Bunga

Kent yang berusaha menghilangkan kekhawatiran pasar terhadap suku bunga RBA saat ini, mengatakan bahwa transmisi kebijakan telah berkerja dengan cara seperti biasa dan normal. Upaya dari pejabat RBA untuk meredam kekhawatiran pasar cukup beralasan, mengingat Bank Sentral Australia tahun ini sudah memangkas rate ke level terendah historis hingga mendekati nol. Selain itu, RBA juga berkomitmen untuk mempertahankan rate rendah dalam waktu lama.

"Kebijakan moneter yang lebih longgar menyebabkan turunnya biaya pendanaan di pasar obligasi perusahaan dan bank. Selain itu, penurunan suku bunga telah berkontribusi terhadap pelemahan Dolar Australia. Akan tetapi, pelonggaran berbasis luas akan memberikan beberapa dukungan tambahan bagi permintaan di masa mendatang," ujar Kent.

 

AUD/USD Berpotensi Lanjutkan Pelemahan

Penyataan dari Christopher Kent pagi ini tidak banyak mempengaruhi pergerakan mata uang Dolar Australia terhadap mata uang mayor lain, khususnya Dolar AS. Pair AUD/USD hari ini diperdagangkan pada level 0.6755, berpotensi kembali melemah lebih jauh setelah menyentuh level terendah satu dekade di kisaran 0.6682 pada perdagangan pekan lalu.

Pejabat RBA : Pemotongan Suku Bunga

Pergerakan AUD terhadap Dolar AS sejatinya masih sangat dipengaruhi oleh tensi perang dagang antara AS dan China. Pasar juga masih menanti beberapa rilis data ekonomi penting China, seperti Retail Sales dan Produksi Industri yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu besok. Rilis data China yang lebih buruk dari ekspektasi berpeluang semakin menekan Dolar Australia.

 


Selain berita di atas, Anda juga bisa mendapatkan kumpulan berita dan analisa terhangat untuk melengkapi kebutuhan trading, yang kami hadirkan langsung di email Anda. Silahkan subscribe Newsletter kami di sini

289629

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.