Penerbit Kartu Kredit Terbesar Di Dunia Blokade Pembelian Bitcoin

Bank of America, Lloyds Banking Group Plc, dan Virgin Money telah secara resmi mengumumkan pelarangan penggunaan kartu kredit untuk membeli Bitcoin dan kripto.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Beberapa penerbit kartu kredit terbesar di dunia baru-baru ini mulai memblokade pembelian Bitcoin maupun kripto lainnya. Bank of America, Lloyds Banking Group Plc, dan Virgin Money telah secara resmi mengumumkan pelarangan penggunaan kartu kredit untuk membeli Bitcoin dan kripto lainnya. Hal ini dilakukan seiring dengan risiko penurunan nilai kripto, sehingga kredit nasabah dikhawatirkan akan macet.

Penerbit Kartu Kredit Blokade Pembelian Bitcoin

 

Bank of America memang dari awal sudah sangat berhati-hati terhadap kredit yang dikeluarkan terkait kripto. Keputusan pemblokiran diresmikan seiring dengan keputusan JP Morgan Chase dan Citigroup yang menjauhkan diri dari peran fasilitator pembelian kripto. Keputusan penghentian penerimaan transaksi kartu kredit ke bursa kripto diumumkan pada tanggal 2 Februari 2018. Untuk sementara hanya kartu kredit saja yang terpengaruh dengan keputusan ini, sedangkan kartu debit tetap dapat digunakan untuk pembelian kripto.

Keputusan yang sama juga dilakukan oleh Lloyds Banking Group Plc (LLOYL) dan Virgin Money (VML) yang mengeluarkan lebih dari seperempat dari semua kartu kredit yang beredar di Inggris, Australia, dan Afrika Selatan. Langkah ini diambil secara cepat untuk melindungi pelanggan agar tidak nekat mengambil hutang yang besar untuk membeli mata uang kripto secara kredit. Jika sewaktu-waktu nilai kripto merosot, tentu saja nasabah tidak akan dapat membayar hutang-hutang mereka. Kekhawatiran tersebut muncul lantaran kegiatan nasabah yang mengambil risiko berhutang demi "Spekulasi Gila" di bursa kripto. 

Sementara itu, beberapa Bank besar lainnya seperti Barclays dan BBVA (BBVA.MC) tetap mengizinkan nasabah untuk menggunakan kartu kredit mereka dalam pembelian kripto. Juru Bicara Barclays mengatakan, "Kami akan terus-menerus meninjau kembali perlindungan bagi pelanggan sebagai bank dan pemberi pinjaman yang bertanggung jawab."

 

Risiko Kredit

Juru bicara dari Chase Bank mengatakan, saat ini tidak memproses pembelian kripto dari kredit karena volatilitas dan risiko yang terjadi. Sementara Juru Bicara dari Citi Bank mengkonfirmasikan larangan serupa dengan alasan yang sama.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May juga mengatakan hal yang senada. Pihak Inggris harus benar-benar memperhatikan mata uang kripto seperti Bitcoin, karena platform tersebut dapat digunakan oleh penjahat.
Risiko volatilitas, penurunan nilai, dan resiko tindak kejahatan tentu saja menjadi pertimbangan utama bagi otoritas penyedia layanan keuangan di seluruh dunia. Bisa saja setelah pembelian kripto, nilainya langsung turun drastis seperti yang terjadi pada Bitcoin.

Bitcoin bahkan sudah mengalami penurunan nilai sebesar 70% dalam kurun waktu 1 bulan saja. Tentunya, jika spekulasi seperti ini dilakukan menggunakan kartu kredit, bukan tidak mungkin akan menyebabkan kredit macet.

282335

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.