Penjualan Ritel AS Meningkat, CPI Inti Capai Kenaikan Terbesar 11 Bulan

Apiknya Penjualan Ritel AS bulan lalu mengindikasikan trend belanja konsumen yang kokoh pada penutupan 2017 dan diprediksi bakal berlanjut pada tahun 2018.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Retail Sales AS bulan Desember naik cukup signifikan seiring dengan banyaknya keluarga di Negeri Paman Sam menghabiskan uang mereka selama musim liburan akhir tahun. Apiknya Penjualan Ritel mengindikasikan tren belanja konsumen yang kokoh pada penutupan 2017, dan diprediksi bakal berlanjut pada tahun 2018.

 

Departemen Perdagangan AS pada hari Jumat (12/Januari) merilis data Retail Sales bulan lalu yang mencatatkan kenaikan 0.4 persen, sedikit berada di bawah ekspektasi ekonom yang memprediksikan kenaikan 0.5 persen. Meski Penjualan Ritel bulan lalu lebih lambat dibandingkan gain bulan November yang saat itu naik 0.9 persen, tetapi masih menunjukan momentum positif tren belanja konsumen. Perlu diketahui, belanja konsumen menyumbang dua per tiga dari total PDB AS.

Sementara itu, Core Retail Sales, yang memperhitungkan data di luar sektor otomotif, bulan lalu meningkat 0.4 persen, lebih baik dibandingkan prediksi kenaikan sebesar 0.3 persen. Dalam basis tahunan, Core Retail Sales AS mencatatkan kenaikan 5.4 persen YoY hingga bulan lalu.

 

CPI Inti Bulan Desember Raih Rekor Tertinggi 11 Bulan

Dalam laporan terpisah, Departeman Tenaga Kerja AS merilis data Core Consumer Price Index bulan Desember yang mencatatkan gain terbesar dalam kurun waktu 11 bulan. Lonjakan CPI Inti tersebut sebagian besar didorong oleh kenaikan biaya sewa akomodasi dan layanan kesehatan yang meningkatkan momentum tren Inflasi PCE tahun ini.

Indeks Harga Konsumen Inti (Core CPI) naik 0.3 persen bulan lalu, mengikuti kenaikan sebesar 0.1 persen selama bulan November. Data Inflasi Inti malam ini merupakan yang terbesar sejak periode Januari 2017. Dalam 12 bulan terakhir, Core CPI berhasil membukukan kenaikan 1.8 persen hingga Desember.

Para ekonom berharap kondisi pasar tenaga kerja AS yang ketat, kenaikan harga komoditas, dan pelemahan Dollar baru-baru ini, dapat mendorong kenaikan laju Inflasi menuju target Fed yang dipatok pada 2 persen.

Sementara itu, headline CPI bulan lalu hanya naik 0.1 persen, setelah meraih kenaikan 0.4 persen di bulan November. Melambatnya Harga Konsumen AS tersebut dikarenakan harga bahan bakar yang turun 2.7 persen setelah rebound dengan kenaikan 7.3 persen bulan November. Secara YoY, Consumer Price Index naik 2.1 persen hingga bulan Desember.

281923

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.